August 2022 Reading Wrap-Up | 10 Buku yang Selesai di Bulan Agustus

 


Halo hai! Yak thumbnailnya ganti warna, biar gak bosen, xixixi. Pas bikin thumbnail ini aku baru menyadari bahwa aku ga bisa menyebut diriku sendiri sebagai seorang dengan karakter “suka perubahan dan inovasi” saja atau “suka kenyamanan dan predictable things” saja. Nyatanya aku pada suatu saat lebih nyaman bikin thumbnail yang sudah ada templatenya hingga jangka waktu tertentu biar cepet dan praktis, kemudian di saat lain aku pengen melakukan perubahan atau sesuatu yang berbeda karena aku pengen aja. Nah jadi  jenis thumbnail blog dan youtube yang seperti saat ini bakal bertahan hingga beberapa saat atau sampai aku pengen mengubahnya, xixixi.

Ya! Akhirnya semua buku di TBR bulan Agustus selesai aku baca. Kalau kamu nonton video August TBR, ada 9 buku yang pengen aku baca buat Orilium Readathon Autumn Equinox, dan ternyata aku berhasil menyelesaikan kesembilan buku itu plus 1 buku yang aku baca buat quest untuk poin tambahan sekaligus untuk menyelesaikan 1 trilogi yang mulai aku baca di bulan Februari yaitu The Lord of the Ring.

Buku yang aku baca di bulan Agustus ini banyak genre fantasinya, ada 1 contemporary, 2 klasik, 1 autobiografi, dan 6 fantasi. Dan 3 buku terakhir di bulan Agustus aku bikin reading vlognya karena pas udah tanggal 28, masih ada 3 buku yang belum selesai aku baca. Sehingga reading vlognya aku gunakan sebagai booster motivasi untuk ngebut baca ketiganya.

 

1. Rebel of the Sands by Alwyn Hamilton

Audiobook : Storytel

Buku pertama yang aku selesaikan adalah satu buku fantasi yang settingnya di negara padang pasir bernama Miraji. Tokoh utama kita namanya Amani adalah seorang penembak jitu dan karena kehidupan sebagai seorang anak perempuan dan yatim piatu di kota kelahirannya sangat menyedihkan, dia pengen segera meninggal kota itu untuk berpetualang. Suatu hari dia ketemu orang asing bernama Jin, di acara kompetisi menembak, yang menjadi awal mula petualangannya meninggalkan Dustwalk.

Buku ini tuh di setengah awal buku kayak berasa gak ada yang terjadi karena isinya adalah perjalanan buat menuju sebuah kota yang pengen dituju Amani sekaligus melarikan diri dari para tentara kerajaan, jadi isinya ketemu orang-orang baru, cerita-cerita, tembak-tembakan sama tentara kemudian lanjut perjalanan lagi. Baru ketika di beberapa chapter terakhir buku ini, ceritanya mulai seru karena misteri atau hal-hal yang terjadi di kerajaan itu mulai diungkapkan dan juga ada magical creatures yang selama ini hanya dipercaya ada di dongeng mulai bermunculan juga. Terus plot twistnya juga mengagetkan mengenai identitas Amani yang selama ini dia sendiri bingung kenapa warna matanya beda sendiri, malah mirip dengan Jin, orang asing yang dia temui itu. Di buku ini ada bagian romance dan sedikit politik kerajaan juga karena mereka bakal ketemu pangeran yang disebut pengkhianat negara.

Cukup seru bukunya dan sebuah catatan kecil, di bagian awal buku yang agak terasa flat itu deskripsi dalam satu paragraf tuh cukup padat, sehingga kalau dengerin audiobooknya harus konsentrasi, karena kalo kelewatan satu kata penting aja bakal gak ngeh pembahasan selanjutnya. Buku ini dapet rating 3,5 bintang.

 

2. A Wrinkle in Time – Kerutan dalam Waktu by Madeleine L’Engle

Translated Mizan Edition : Mizan Official Store | English Edition : Wonderstore

Terus buku kedua ada A Wrinkle in Time oleh Madeleine L’Engle yang aku baca ini edisi terjemahan Indonesia dengan judul Kerutan dalam Waktu. Yang aku baca ini yang diterbitkan oleh Penerbit Atria. Buku ini bercerita tentang Meg yang merupakan anak 2 ilmuwan jenius yang selalu dapat masalah di sekolah dan sering dapat hukuman. Sejak ayahnya menghilang, muncul desas-desus gak mengenakkan tentang keluarganya Meg. Kemudian di suatu malam, Meg, adik laki-laki, dan satu teman sekolahnya memulai sebuah petualangan menembus ruang dan waktu untuk menyelamatkan ayah Meg.

Sejujurnya buku ini tuh berasa kayak banyak misteri yang disebutkan di awal tapi gak ada satupun misteri itu yang terjawab, kayak ada satu tokoh jelasin mengenai beberapa istilah asing, terus Meg nanya itu maksudnya apa, jawabannya kalo gak : diem Meg, ntar bakal aku jelasin, atau ntar kamu juga tau atau bakal dijelasin tapi penjelasannya menyebabkan pertanyaan lainnya. Kayak konsep mengerutkan waktu, aku sebenernya udah punya gambaran gimana, tapi waktu dijelasin di buku ini malah jadi bingung. Terus karakter adik laki-lakinya Meg yang awalnya kayak bijak dan tau segalanya, di akhir jadi kayak berubah begitu aja.

Kemungkinan hal-hal yang terjadi di buku ini adalah semacam metafora kali ya yang belum aku pahami tentang apa aja, kecuali yang mereka ada di planet yang isinya orang-orang yang melakukan hal-hal yang sama, aku agak bisa paham maksudnya. Tapi secara keseluruhan, perjalanan dan pertemuan mereka dengan berbagai macam makhluk itu kayak sesuatu yang belum aku pahami maksudnya kenapa diceritakan di buku ini.

Dan buku ini dapet rating 3 bintang.

 

3. Fifty Four Things Wrong with Gwendolyn Rogers by Caela Carter

Audiobook : Storytel

Buku ketiga adalah buku terfavorit aku bulan ini yaitu Fifty Four Things Wrong with Gwendolyn Rogers by Caela Carter yang juga aku dengerin audiobooknya di Storytel. Buku ini bercerita mengenai Gwendolyn yang punya 54 masalah dalam hidupnya, yang kalau dia gak bisa mengontrolnya, Gwen gak bisa ikut summer camp.

Review Buku : Fifty Four ThingsWrong with Gwendolyn Rogers

Buku ini tuh informatif, eye-opening sekaligus heartbreaking. Topik yang dibahas di buku ini adalah neurodiversity, dimana tidak ada manusia yang normal dan abnormal, hanya ada orang-orang yang berbeda cara kerja otaknya satu sama lain. Di sekolah pun begitu, gak ada murid yang bodoh atau pintar, hanya ada murid yang cara kerja otaknya cocok dengan metode pembelajaran di sekolah itu dan murid yang enggak cocok. Di buku ini juga kita melihat dunia dari point of view Gwendolyn, yang dicap sebagai anak yang bermasalah di sekolah. Hal ini bikin aku sedih personally, karena perlakuan yang diterima Gwendolyn dari guru-gurunya di sekolah meskipun dia sudah berusaha setiap hari untuk lebih baik.

Di buku ini juga dimunculkan berbagai karakter lain seperti ibu Gwendolyn yang sedang melakukan terapi untuk drug addiction, saudara laki-laki Gwendolyn yaitu Tyler yang mengidap ADHD, kemudian teman-teman di sekolah Gwendolyn, ibunya Tyler, guru-guru di sekolah, dan juga dokter Nessa, terapisnya Gwendolyn. Aku suka banget gimana narator audiobooknya berhasil membawakan karakter yang berbeda sehingga sebagai pendengar, meskipun kita lagi dengerin percakapan yang agak cepet, bisa tetep ngikutin siapa yang ngomong.

Menurut aku buku ini gak hanya untuk pembaca usia middle grade, tapi harus dibaca semua orang terutama untuk para orang tua dan guru yang gimanapun kita gak bisa memberi satu label tertentu untuk satu anak yang menurut kita gak sesuai dengan standar atau ekspektasi yang kita punya.

Buku ini dapet rating 4,5 bintang.

 

4. Dragon Pearl by Yoon Ha Lee

Translated Mizan Edition : Mizan Official Store | English Edition : Periplus

Buku selanjutnya adalah Dragon Pearl oleh Yoon Ha Lee yang muncul di July Book Haul. Buku ini bercerita tentang Min yang seorang gumiho atau siluman rubah yang tinggal di planet Jinju. Dia pengen banget bisa segera masuk pasukan antariksa kayak kakak laki-lakinya yang namanya Jun biar bisa berpetualang. Suatu hari, datang berita kalau Jun ini meninggalkan posnya untuk mencari dragon pearl yang punya kekuatan luar biasa. Min yang gak percaya kalau Jun berkhianat, langsung kabur dari rumah buat nyari Jun.

Buku ini tuh gampang banget dari awal hingga akhir. Gampang di sini maksudnya adalah petualangan Min dari kapal ke kapal untuk mencari Jun tergolong mudah terutama sihir rubah yang dia gunakan kayak gak ada yang gagal meskipun dia bilang jarang menggunakannya karena dilarang ibunya. Terus ada beberapa kejadian yang kayak filler aja diselipin di beberapa chapter yang menurut aku kalau kejadian itu gak ada, gak bakal mempengaruhi petualangan Min.

Terus yang jadi pertanyaanku selama membaca buku ini adalah letak semua planet apakah sama-sama di sistem tata surya yang sama? Karena Min juga menyebut ada matahari di planet hantu.

So, buku ini dapet rating 3 bintang.

 

5. The Return of the King : Kembalinya Sang Raja by J.R.R. Tolkien

Translated Gramedia Edition : Dojo Buku

Buku selanjutnya adalah buku terakhir di trilogi Lord of the Ring yaitu Return of the King atau Kembalinya Sang Raja. Buku ini menceritakan bagian akhir dari petualangan para pembawa cincin dan akhir dari kekuatan jahat Sauron. Menurut aku, aku lebih suka buku yang kedua, karena lebih kerasa gelap dan beberapa part masih banyak yang bikin ketawa. Meskipun begitu, aku tetep suka buku ketiga ini terutama part Eowyn yang ikut perang dan juga saat para Hobbit kembali ke Shire. Di buku ini juga ada part dimana para Hobbit mendapati Shire mereka sudah menjadi berbeda dan mereka harus melakukan sesuatu untuk mengembalikan kedamaian di sana, dan mungkin karena part Gollum di buku ini lebih sedikit, maka buku favoritku di trilogi Lord of the Ring ini adalah buku keduanya yang berjudul Two Towers. Overall buku ketiga ini dapet rating 4,5 bintang.




 

6. Little Women by Louisa May Alcott

Wordsworth Classic Edition : Periplus | Translated Gramedia Edition : Dojo Buku

Buku selanjutnya adalah buku klasik yang cukup lama aku selesaikan karena tiap baca buku ini aku mesti ketiduran, yaitu Little Women oleh Louisa May Alcott. Aku baca yang edisi Wordsworth yang covernya cakep, dan aku kaget waktu nonton video Book Haul Kak Aya, ternyata Kak Aya juga punya buku yang sama.

Buku ini tuh bercerita mengenai keseharian 4 anak perempuan keluarga March dan anak tetangga mereka bernama Laurie saat Mr. March ini pergi berperang. Aku gak tau, buku ini edisi yang berbeda atau gimana, karena kayaknya beda dari blurbnya dan review yang aku baca di Goodreads juga berasa beda gitu.

Meskipun buku ini disukai banyak orang, aku merasa buku ini bukan buat aku. Cara penulis menyampaikan pesan moral tuh kayak formal banget dan rasanya kayak buku pelajaran jaman SD, dengan bahasa Inggris yang agak sulit juga. Mungkin kalau versi bahasa Indonesia bisa kedengeran kayak gini : Wahai anak muda, janganlah kamu mencuri, karena itu perbuatan tercela.

Mungkin next time harus baca yang edisi terjemahannya gramedia yang covernya putih kali ya, biar lebih memahami apa sih yang terjadi di buku ini. So, buku ini dapet rating 2,5 bintang.

 

7. The Wonderful Wizard of Oz by L. Frank Baum

Bloomsburry Edition : Wonderstore | Translated Edition : Penerbit Kakatua | Gramedia English Classics : Dojo Buku

Buku selanjutnya adalah buku klasik lagi yaitu The Wonderful Wizard of Oz by L. Frank Baum. Buku ini bercerita mengenai Dorothy dan anjingnya yang bernama Toto yang tersapu tornado dari Kansas hingga membuat mereka sampai di negeri bernama Oz. Untuk bisa kembali ke Kansas, Dorothy harus mengikuti jalan kuning ke Kota Emerald untuk minta bantuan penyihir Oz di sana.

Buku ini tuh salah satu buku klasik yang bisa diselesaikan dalam sehari, karena bukunya cukup tipis dan bahasa Inggrisnya gak se-sulit buku klasik lainnya. Di buku ini kita bakal ngikutin perjalanan Dorothy bertemu dengan teman-teman baru hingga dia bertemu penyihir Oz. Menurut aku buku ini lumayan asik dibaca dan ada beberapa bagian yang bikin ketawa kayak percakapan Dorothy dengan orang-orangan sawah tentang otak. Overall, buku ini dapet rating 3,5 bintang.

 

8. Crown of Coral and Pearl by Mara Rutherford

Audiobook : Storytel

Buku selanjutnya adalah buku YA fantasy yang sempet muncul di video reading vlog sebelumnya yaitu Crown of Coral and Pearl by Mara Rutherford yang aku dengerin juga di Storytel. Buku ini unik karena settingnya ada 2 macam yaitu daratan dan lautan. Wilayah daratan bernama Ilara dan wilayah lautan bernama Varenia. Tiap beberapa waktu, Ilara meminta Varenia mengirimkan 1 anak perempuan paling cantik untuk dijadikan ratu di sana. Tentu aja hal ini dianggap sebagai sebuah kehormatan bagi Varenia yang merupakan wilayah yang miskin karena mereka hanya mengandalkan mutiara sebagai semacam mata uang, sementara harga mutiara semakin merosot.

Tokoh utama dari buku ini adalah Nor, yang punya saudara kembar bernama Zadie. Tahun ini Zadie bakal berangkat ke Ilara untuk menikah dengan pangeran. Padahal Zadie ini menolak untuk pergi karena dia udah jatuh cinta sama anak kepala desa yang bernama Sami. Akhirnya suatu malam, Zadie melakukan sesuatu yang membuatnya batal untuk pergi. Sehingga Nor yang harus pergi meskipun orang-orang di Varenia menganggap Nor yang melakukan sabotase karena iri pada Zadie. Hal yang lebih banyak mulai diceritakan ketika Nor sampai di Ilara mulai dari alasan kenapa harga mutiara terus merosot, kemana perginya gadis-gadis Varenia yang menjadi ratu sebelumnya, kemudian misteri gunung yang menjadi tempat mereka membangun istana, hingga eksperimen berbahaya yang dilakukan di dalam istana tersebut.

Aku udah nyebutin hal-hal yang aku suka dan yang gak aku suka di post reading vlog sebelumnya, kalian bisa cek review panjangnya di sana. Overall buku ini dapet rating 3,5 bintang.

 

9. Totto-Chan : Gadis Cilik di Jendela by Tetsuko Kuroyanagi

Hardcover Edition : Gramedia

Buku kesembilan yang aku selesaikan adalah Totto-Chan : Gadis Cilik di Jendela by Tetsuko Kuroyanagi yang sengaja aku baca akhir-akhir karena aku tahu buku ini bagus, dan aku pengen mengakhiri bulan Agustus dengan bacaan yang aku suka. Buku ini bercerita mengenai masa kecil Tetsuko Kuroyanagi atau Totto-chan yang bersekolah di Tomoe Gakuen, dimana sekolah ini berbeda dengan sekolah-sekolah lain di Jepang di masa Perang Dunia II. Aku suka banget kata-kata yang santai dan sederhana yang digunakan dalam buku ini. Gak ada bab yang memisahkan tiap judul cerita, sehingga lebih kayak berasa baca potongan-potongan kisah berkesan dari Totto-Chan dimana tiap ceritanya pendek-pendek. Edisi yang aku baca ini ada ilustrasi lucu-lucunya juga. tapi somehow meskipun edisi revisi, tapi aku masih menemukan beberapa typo terutama yang seharusnya huruf L selalu tertulis menjadi I. Aku udah jelasin hal-hal yang aku suka dari buku ini di reading vlog juga. Dan buku ini dapet 4,5 bintang.

 

10. Vespertine by Margaret Rogerson

Periplus

Buku terakhir yang aku baca adalah Vespertine by Margaret Rogerson yang juga muncul di video reading vlog sebelumnya. Buku ini bercerita mengenai Artemisia yang seorang Gray Sister in training. Suatu hari biara tempat Artemisia bekerja diserang oleh tentara yang kesurupan, sehingga Artemisia harus menggunakan spirit golongan kelima yang disebut revenant untuk mengalahkan semua tentara itu. Awalnya kukira cara kerjanya kayak Shaman King, dimana arwahnya bisa keluar masuk gitu, tapi ternyata beda, revenant ini berada di dalam tubuh Artemisia sepanjang ceritanya. Kemudian dimulai kisah yang semakin seru yang mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di negara ini dan gimana Artemisia ini bisa bekerja sama dengan revenant yang kemungkinan bakal menguasai tubuhnya.

Kalian bisa menonton reading vlog aku dimana aku ngoceh mengenai buku ini. Kalau di rumah, aku baca buku ini sambil dengerin audiobooknya sehingga berasa semakin seru. Tapi baca bukunya aja udah cukup menarik aku masuk ke dunia Vespertine ini dimana aku bahkan bisa ngerasain gimana capeknya Artemisia yang dikejar-kejar sebagai semacem buronan. Ini buku kedua Margaret Rogerson yang aku baca, dan so far aku suka writingnya yang selalu bikin aku kayak habis nonton film atau bahkan habis berkunjung ke dunia lain. Meskipun rasanya deskripsi mengenai alam di buku ini agak repetitif menurut aku, dan bagi yang udah pernah baca buku Margaret Rogerson yang lain, mungkin buku ini kerasa kayak Sorcery of Thorns. Ya jadi buku ini dapet rating 4 bintang.

Itu tadi kesepuluh buku yang berhasil aku selesaikan di bulan Agustus. Dan bikin reading vlog cukup memotivasi aku untuk menyelesaikan buku sesuai target yang sudah buat, dan untungnya buku-buku terakhir yang aku baca di reading vlog itu sangat seru sehingga aku bisa menyelesaikan ketiganya tepat waktu. So, kalian baca buku apa di bulan Agustus? Kasih tahu dong, siapa tau bisa nambah wishlist nih.


from my August Reading Thread


0 Comments

Please comment using Google Account or URL blog, so that I could visit your blog next time