The Worst Books I've Read (according to Goodreads)

 


Setelah rangkaian best books yang aku share beberapa waktu lalu, maka saatnya aku membagikan buku-buku dengan rating Goodreads paling rendah yang sudah aku baca sejauh ini. Jadi mari kita lihat apakah semua buku yang rating Goodreadsnya rendah adalah buku-buku yang cocok dengan aku atau enggak. tujuan membuat video ini adalah untuk mengetahui buku-buku kayak apa sih yang cocok dengan aku meskipun ratingnya rendah. Awalnya aku ga pengen bikin video ini karena mungkin aku ga begitu suka bahas buku-buku yang banyak ga disukai orang lain. Tapi setelah membaca buku Fifty Four Things Wrong with Gwendolyn Rogers, aku jadi sadar tiap manusia punya otak yang cara kerjanya berbeda-beda sehingga selera orang pun beda-beda, yang udah aku bahas di video August Wrap Up sebelumnya, aku jadi bisa bikin video ini.

 

1. People Who Love to Eat are Best People: And Other Wisdom by Julia Child

Avg rating : 3.30

Mine : 3.00

Aku lupa pernah baca buku ini, kayaknya waktu iseng awal pakai Google Play Books dan ada diskonan, ketemulah buku ini yang selesai aku baca hanya sehari aja. Buku ini adalah buku non-fiksi yang aku kira isinya tentang sifat orang berdasarkan makanan yang mereka makan, ternyata isinya adalah kumpulan quotes dari buku-buku Julia Child sebelumnya yang berisi tips mengenai makanan dan tips memasak yang sebagian belum aku ketahui. Karena cukup pendek dan isinya kayak kumpulan kutipan gitu aja, buku ini aku kasih rating 3/5 bintang.

 

2. The Tarot Cycle (Apocalypse Poems #1) by Elektra Flowers

Avg rating : 3.38

Mine : 3.50

Buku ini adalah buku puisi yang aku dapet ARCnya dari Netgalley dan waktu aku baca buku ini aku lagi tertarik banget sama tarot mulai dari sejarah dan arti tiap kartunya. Pas dapet ARC ini tentu aja aku excited banget dan buku ini berisi kumpulan puisi dengan tema 22 kartu major arcana. Beberapa puisi gak begitu aku pahami maksudnya, beberapa yang lain aku rasa kayak mencerminkan karakter dari tiap kartu yang menjadi temanya. Beberapa puisi juga kayak nyambung satu sama lain dengan pengulangan kata-kata yang sama, kayak The Hierophant, The World dan The Star kalo gak salah. Aku kasih buku ini rating 3.5 bintang.

 

3. Kuharap Kau Menemukan Bulan by Alois A. Nugroho

Avg rating : 3.41

Mine : 4.50

Next ada buku puisi lagi yaitu Kuharap Kau Menemukan Bulan by Alois A. Nugroho yang merupakan buku yang aku kasih rating 4.5 karena puisi-puisi di dalamnya tuh smart dan unik gitu menurut aku karena cara penulis meletakkan kata per katanya sangat keren dan berasa kayak gak ada habisnya dengan pengulangan di dalamnya yang enggak membosankan yang berhasil memunculkan image yang ga ada habisnya di kepalaku. Kaget aja buku ini masuk ke dalam daftar ini. 

Kayak ini nih aku suka : 

"malam terlalu tua untuk dicampur

menjadi pinacolada dan kau sudah sangat ingin

melupakan segalanya"

adakah kaulihat bintang-bintang berjatuhan

karena terlalu lama menahan dahaga"

"Di atas meja tersaji dua cangkir penuh endapan

Terlalu kopi untuk kau jadikan kenang-kenangan"

 

4. Of Curses and Kisses (St. Rosetta Academy #1) by Sandhya Menon

Avg rating : 3.44

Mine : 2.50

Buku selanjutnya adalah buku contemporary romance yang merupakan retelling dari beauty and the beast yaitu Of Curses and Kisses oleh Sandhya Menon. Buku ini diceritakan dalam 2 sudut pandang yaitu Jaya Rao yang seorang putri dari India dimana keluarganya sudah lama bermusuhan dengan keluarga Emerson. Kemudian sudut pandang selanjutnya adalah Gray Emerson yang tentu aja anak laki-laki keluarga Emerson dimana keluarga ini dikutuk oleh keluarga Rao. Karena suatu hal, Jaya dan adiknya harus bersekolah di St Rosetta Academy yang merupakan sekolah asrama buat orang-orang kaya dan penting, yang tentu aja Gray Emerson juga bersekolah di sana.

Buku ini tuh kayak gak nyeritain hal yang dari awal disebut-sebut tapi yang menurut aku menjadi daya tarik buku ini sekaligus alasan aku membaca buku ini, misalnya tentang kutukan yang diterima keluarga Emerson itu gimana dan kalung milik Jaya yang membuat Gray ketakutan sama sekali ga ada penjelasannya. Sehingga buku ini dapet rating 2.5 dari aku.

 

5. Through His World by Rania Thahirah

Avg rating : 3.44

Mine : 2.50

Buku ini aku temukan di Gramedia Digital yang bikin tertarik adalah cover dan blurbnya. Buku ini semacam magical realism yang bercerita tentang seorang penulis bernama Sarah yang tiba-tiba bangun di tempat yang gak dia ketahui sebelumnya.

Nah premis dan ide ceritanya menarik tapi eksekusinya gak bisa sesuai ekspektasi aku dimana banyak banget hal-hal yang gak perlu dibahas atau dimasukkan dalam percakapan tokoh-tokohnya tuh bertebaran di mana mana sehingga terasa membosankan. Narasinya terkesan repetitif juga dengan banyak karakter yang hobinya rolling their eyes. Buku ini aku kasih rating 2.5 bintang.




 

6. An Abundance of Katherines – Tentang Katherine by John Green

Avg rating : 3.54

Mine : 2.50

Buku ini adalah buku dari John Green yang pertama aku baca yang bercerita mengenai Colin yang intinya habis diputusin pacarnya dan gagal move on. Isi buku ini adalah mengenang semua mantan pacarnya yang semuanya bernama Katherine. Awalnya bukunya kayak lucu gitu karena tokoh utamanya kayak merana dan sempet ngelawak tentang kemeranaannya itu, tapi lama-lama dengan berbagai macam Katherine yang diceritakan rasanya jadi bosan dan aku jadi ga begitu peduli apa yang sudah Colin lakukan dengan para Katherine itu. Jadi buku ini juga dapet rating 2.5 bintang dari aku.

 

7. Arsenic and Adobo (Tita Rosie’s Kitchen Mystery #1) by Mia P Manansala

Avg rating : 3.56

Mine : 3.50

Buku ini adalah cozy mystery yang tokoh utamanya bernama Lila yang keluarganya menjalankan bisnis restoran khas filipina, yang sudah struggling dalam perjalanannya. Hingga suatu hari, ada mantan pacar yang sekaligus kritikus makanan yang berkunjung ke restorannya itu dan berantem. Gak lama setelah itu, mantan pacarnya itu dinyatakan meninggal karena keracunan makanan.

Yang aku suka dari buku ini adalah berbagai macam makanan filipina yang muncul yang gak begitu asing buat kita pembaca Indonesia. Makanannya tuh mirip-mirip dengan makanan Indonesia, karena di sana juga pakai santan, gula merah, daun pisang, dan bahan-bahan lain yang sudah kita kenal. Dan buku ini bikin laper.

Yang ga aku suka mungkin adalah tuduhan yang menciptakan drama keluar masuk penjara yang emang bukan hal yang pengen aku baca dari sebuah buku yang cozy. Dan di sepanjang ceritanya, kalian bakal bisa nebak siapa yang terlibat dalam kasus yang semakin ribet ini. Buku ini dapet rating 3.5 bintang.

 

8. Days of Distractions : A Novel by Alexandra Chang

Avg rating : 3.60

Mine : 4.00

Buku yang ini gak ada plotnya tapi aku cukup menikmati bukunya. Ceritanya mengenai narator yang namanya ga disebutkan hingga setengah bukunya kalau ga salah, yang galau mengenai karirnya yang ga naik-naik, terus karena cowoknya berniat pindahan karena kerjaan, dia kayak menjadikan pindahan itu sebagai solusi kegalauannya.

Buku ini menarik karena diceritakan dari sudut pandang seorang Chinese American yang menyajikan gimana pekerjaan yang dilakukannya setiap hari dan gimana perbedaan pola pikirnya dengan pacarnya yang kalau ga salah orang Eropa. Menarik sih menurutku, di satu sisi ada orang yang sudah melalui banyak hal yang memojokkan ras tertentu, sedangkan yang satu lagi gak pernah menjadi korban rasisme, sehingga pendapat mereka berbeda. Selain itu juga ada kutipan dari koran atau research mengenai kehidupan non kulit putih di Amerika.

 

9. True Loaf by Austen Johnson

Avg rating : 3.60

Mine : 2.50

Buku ini aku juga dapet ARC nya dari Netgalley yang merupakan retelling dari dongeng Balkan yang bercerita mengenai Riley yang bekerja di toko kue, yang tiba-tiba dapat rekues dari orang asing untuk membuat satu kue dengan bahan yang langka.

Karena bukunya cukup pendek, Cuma sekitar 10 halaman, jadi aku kayak kurang mengenal karakternya dan kenapa endingnya tiba-tiba begitu juga. buku ini dapet rating 2.50 bintang.

 

10. Banyu Biru by Ayu Dewi

Avg rating : 3.61

Mine : 2.50

Buku ini kayaknya termasuk buku fantasy. Aku dengerin audiobooknya di Storytel karena covernya cantik dan blurbnya menarik. Buku ini diceritakan dengan 2 sudut pandang yaitu Taufik yang bekerja di PT T-Nos, yang menjalankan salah satu proyeknya yaitu proyek pulau 0017 tapi di tengah perjalanan, pulaunya tiba-tiba lenyap sehingga proyek dihentikan. Tapi Taufik gak menyerah dong, dia berusaha melanjutkan proyek itu dan menguak misterinya. Sudut pandang kedua adalah Banyu Biru yang anak SMA yang semacam terkucil karena penampilan fisiknya yang berbeda dari lainnya.

Nah, ternyata hal yang pengen aku ketahui kayak undangan misterius PT T-Nos dan relationship antar karakternya gak begitu dijelaskan. Terus pengungkapan di tengah buku juga terkesan ga begitu kuat, kemudian muncul tokoh lainnya yang rasanya timingnya ga pas juga sehingga bisa ketebak ini tokoh mau ngapain. Nah buku ini juga dapet rating 2.50 dari aku.

 

Oke itu tadi kesepuluh buku yang menurut Goodreads ratingnya cukup rendah, yang udah aku baca sejauh ini, yang tentu aja ga semuanya adalah buku-buku yang ga cocok dengan aku. Buku Kuharap Kau Menemukan Bulan adalah salah satu buku terbaik yang aku baca di awal tahun ini, dan Days of Distraction juga buku yang bisa aku ikuti kisahnya tanpa merasa bosan. Menarik juga sih melihat daftar buku ini, yang menyadarkan aku kenapa aku bisa suka atau gak suka sama sebuah buku terlepas dari berapa rating Goodreads dari buku itu. Kayak udah selama ini aku hidup, tapi lewat daftar best dan worst books yang aku bikin selama ini aku jadi kayak lebih mengenal dan lebih berdamai aja dengan diri sendiri.

 

Karena aku jadi yakin buku-buku yang saat ini aku suka belum tentu aku suka 10 tahun lagi, begitu pula sebaliknya. Jangan berhenti membaca sebuah buku karena bukunya gak aku suka, dan kalau sebuah buku punya banyak hal yang membuat kamu gak nyaman ga peduli sepopuler apapun buku itu, it’s okay to stop. Jadi that’s okay jika kamu dan aku punya pendapat berbeda tentang sebuah buku Karena itu menunjukkan betapa beragamnya cara kerja otak kita dan betapa beragamnya pengalaman yang kita alami selama ini, yang tentu aja gak bakal bikin kita jadi lebih baik atau lebih buruk dari yang lain.

0 Comments

don't use this comment form, use the embedded disqus comment section. No spam!

Note: only a member of this blog may post a comment.