Join lailiving Newsletter



Browsing Sambil Menanam Pohon Lewat Ecosia

March 16, 2019


ecosia search engine


Jika beberapa hari lalu saya sudah membahas mengenai donasi lewat search engine Yahoo! JAPAN, maka kali ini saya akan membahas mengenai menanam pohon lewat search engine Ecosia. Sesuai tagline dari search engine ini yaitu : the search engine that plants trees, maka dengan menggunakan search engine ini kita bisa membantu untuk penanaman pohon di berbagai wilayah di dunia termasuk Indonesia.

Ecosia merupakan search engine yang berpusat di Berlin, Jerman, yang mendonasikan 80% keuntungan mereka kepada organisasi non-profit yang berfokus pada penghijauan dan konservasi lingkungan.  Search engine yang diluncurkan sekitar 10 tahun lalu ini sudah menjadi opsi default search engine di beberapa browser seperti Vivaldi, Pale Moon, Polaris dan lain-lain.



Ecosia bekerja menggunakan teknologi dari Microsoft Bing yang dikombinasikan dengan algoritma khusus Ecosia, sehingga Ads (iklan) yang muncul dalam search result merupakan iklan yang berasal dari Yahoo! Nah dari iklan-iklan inilah Ecosia mendapatkan pemasukan, dimana 80% keuntungannya didonasikan untuk penanaman pohon dan pelestarian alam.

Bagaimana kita mengetahui Ecosia benar-benar menanam pohon dari keuntungan mereka?
Kita bisa mengakses laporan keuangan yang dipublikasikan oleh Ecosia dan juga membaca beberapa artikel yang diunggah di blog mereka mengenai kegiatan yang mereka terlibat di dalamnya. Dari sini saya mengetahui bahwa Ecosia juga turut dalam pelestarian alam di wilayah Indonesia.



Untuk mengakses laporan keuangan Ecosia, bisa masuk ke halaman ini. Namun laporan terakhir yang diupdate adalah bulan Oktober 2018, di situ tertulis akan ada delay mengenai laporan keuangan karena melibatkan banyak pihak dalam proses ini.

Per Februari 2019, Ecosia sudah menanam sekitar 50 juta pohon total di 21 proyek penghijauan di seluruh dunia. Negara-negara dimana proyek ini berjalan diantaranya Peru, Uganda, Kolumbia, Brazil, Spanyol, Ethiopia, Tanzania, Kenya, Haiti, serta Indonesia.



Kalau dibandingkan Google menurut saya memang berbeda dari segi search result mengenai keyword tertentu yang biasa saya cari, tentu saja Google masih lebih lengkap dan lebih mengena di sasaran yang saya maksud. Namun berita baiknya, Ecosia selalu menekankan bahwa mereka adalah search engine yang user friendly dalam hal data-data pribadi user, mereka tidak menyimpan data user secara permanen dan tidak membagikannya ke pihak ketiga. Untuk melakukan search biasa terutama di bagian News, saya lebih mudah menemukan berita yang tergolong baru (hitungan beberapa jam lalu dipublish) di Ecosia, sehingga saya tidak perlu set filter waktu terlebih dulu.

Untuk melakukan pencarian di Ecosia, kita tinggal menuju laman ecosia.org atau ke halaman ini. Atau bisa lewat mobile app yang bisa didownload di Microsot Store, Google Play and App Store atau menggunakan extension Ecosia di Chrome. Kita baru bisa ‘menanam’ 1 pohon setelah melakukan 45 kali pencarian.  Jumlah pencarian yang telah kita lakukan akan muncul di bawah icon pohon seperti di bawah ini. Di screenshot ini, berarti user sudah melakukan 8 kali pencarian lewat Ecosia di perangkat yang dipakainya.



Selain menanam pohon, Ecosia juga bekerja sama dengan organisasi untuk pelestarian orang utan dan juga organisasi yang berfokus untuk menggunakan energi alternatif dari alam, yang juga ditujukan untuk Indonesia. Jadi selain menanam pohon, kita juga bisa membantu untuk pelestarian orang utan dan juga pengembangan energi alternatif dari alam.



Jumlah search result Ecosia juga terus diupdate secara real time seperti di halaman berikut ini.



Ecosia juga mengklaim perusahaanya berjalan di sistem yang ramah lingkungan dan O2 negative dimana mereka memiliki panel surya mereka sendiri dan menggunakan 100% sumber daya yang dapat diperbarui untuk menjalankan server mereka di Jerman. Tujuan besar mereka adalah menanam sebanyak  1 milyar pohon total di tahun 2020.

Jadi, menurut saya, jika kita ingin browsing sambil memberi manfaat kepada lingkungan, Ecosia bisa jadi alternatif search engine yang kita gunakan.


Update 21 Maret 2019
Ecosia mengirimkan email mengenai update laporan keuangan bulan Januari 2019 yang bisa diakses melalui link yang mengarah ke blog mereka. Untuk menampilkan laporan keuangan bulan Januari 2019 bisa menuju halaman ini.









Title picture edited by lailiving
Background photo by Nordwood Themes

You Might Also Like

7 comments

  1. Wah saya baru tahu nih mba browser ecosia. Nanti saya akan coba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dicoba mbak, sekalian buat membantu program penghijauan :D

      Delete
  2. Wah ternyata browser pun bisa jadi crowdfunding ya jadi nambah informasi saya nih, suka dengan informasi yang diberikan oleh ecosia ini memang harus transparan dan jelas brp jumlah dana yg diinvestasikan dan berapa banyak jumlah pohon yang sudah ditanam, semoga banyak search engine yang mengikuti cara seperti ecosia ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener mbak, mereka nyebutkan jumlah dan harga per pohon yang mereka tanam. Semoga seiring waktu makin banyak yang pakai, jadi search resultnya pun berkembang :D

      Delete
  3. Sungguh mulia dengan apa yg dilakukan oleh tim Ecosia tersebut.

    ReplyDelete
  4. Jarang ada yang seperti ini, sukses terus tim Ecosia. Paling tidak ada usaha untuk lebih menghijaukan Bumi tercinta kita ini.

    ReplyDelete
  5. Keren ya mba, saya mau mencoba nih 😊

    ReplyDelete

Please comment using Google Account or URL blog, so that I could visit your blog next time

About lailiving

lailiving is a place for sharing knowledge, inspiration and beauty of life, focused on self-love and self-development. Brought to you by love.
For more inspiration and beautiful stuffs, do follow or hit subscribe for this blog.

Community

Blogger Perempuan