From Little Tokyo, With Love by Sarah Kuhn | Book Review

 


From Little Tokyo, With Love tells the story of Rika, a 17-year-old who feels like she doesn't quite fit in, both in her family and in Little Tokyo, LA, because she's mixed-race. But everything changes when she meets Grace Kimura, a famous Hollywood star, during her Nikkei Week Festival. This chance meeting sets Rika on a mission to find out the truth about her mom, who she thought was dead. With Henry Chen, a rising star in Hollywood who's dealing with his own issues, Rika sets out on a journey that challenges the classic fairy tale story.

(From Little Tokyo, With Love menceritakan kisah Rika, seorang remaja berusia 17 tahun yang merasa tidak cocok berada, baik di keluarganya maupun di Little Tokyo, LA, karena dia adalah ras campuran. Tapi semuanya berubah saat dia bertemu Grace Kimura, bintang Hollywood terkenal, di Nikkei Week Festival. Pertemuan kebetulan ini membuat Rika mempunyai misi untuk mencari tahu kebenaran tentang ibunya, yang dia pikir sudah meninggal. Bersama Henry Chen, seorang bintang baru di Hollywood yang sedang menghadapi masalahnya sendiri, Rika memulai perjalanan yang menantang kisah dongeng klasik.)


BOOK INFORMATION

Title                       : From Little Tokyo, With Love 

Author                  : Sarah Kuhn 

Publisher             : Viking Books for Young Readers

Language             : English 

Length                  : 432 pages

Released               : May 11, 2021

Read                     : March 12-15, 2022

GR Rating            : 3.69

My rating            : 4.50


BOOK REVIEW

From Little Tokyo, With Love by Sarah Kuhn dives into the complexities of identity, where you fit in, and being okay with being yourself. It's set in the lively neighborhood of Little Tokyo in LA, which adds a rich cultural vibe to the story.

The main character, Rika, feels like she doesn't really belong anywhere, especially in her own family, because she's mixed-race. Her journey is about discovering who she really is, and you can feel her struggle through her battles with anger. Instead of seeing her anger as a problem, the book shows it as a part of what makes her, her.

Rika's anger helps her deal with all the problems life throws at her, especially feeling like she doesn't quite fit in anywhere. This book talks about what it's like to be mixed-race, dealing with racism, and trying to find your place in the world. Rika's emotions feel real and relatable, making her someone you can totally understand and root for as she deals with all this challenges.

The story is set in Little Tokyo, LA, and it's an important part of what makes the story feel real and immersive. You'll get to know the neighborhood inside and out, from its shops and restaurants to its festivals.

What makes this book stand out is how it mixes in aspects from fairy tales and princess stories. It's like the characters, especially Rika, get to take those classic tales and put their own spin on them. Rika's on a mission to find her mom, which gives the story an exciting, adventurous feel, kind of like the fairy tales you grew up with. But instead of sticking to the same old story, this book flips things around to show that stereotypes don't have to define us, and the characters are way more interesting because of it.

(From Little Tokyo, With Love oleh Sarah Kuhn menyelami kompleksitas identitas, tempat di mana kita diterima, dan menerima diri sendiri. Kisah ini berlatar di lingkungan Little Tokyo yang ramai di LA, yang menambahkan nuansa budaya yang kaya ke dalam cerita.

Pemeran utamanya, Rika, merasa dirinya tidak pantas berada di mana pun, apalagi di keluarganya sendiri, karena ia ras campuran. Perjalanannya adalah tentang menemukan siapa dia sebenarnya, dan kita dapat merasakan perjuangannya melalui pertarungannya melawan rasa marah. Alih-alih melihat kemarahannya sebagai sebuah masalah, buku ini menunjukkannya sebagai bagian dari apa yang menjadikannya dirinya.

Kemarahan Rika membantunya menghadapi semua masalah hidup yang menimpanya, terutama perasaan bahwa dia tidak cocok di mana pun. Buku ini berbicara tentang bagaimana rasanya menjadi ras campuran, menghadapi rasisme, dan mencoba menemukan tempat kita di dunia. Emosi Rika terasa nyata dan dapat dipahami, yang menjadikannya seseorang yang benar-benar dapat kita pahami dan dukung saat dia menghadapi semua tantangan ini.

Ceritanya berlatar di Little Tokyo, LA, dan ini adalah bagian penting yang membuat cerita terasa nyata dan imersif. Kita akan mengenal lingkungan ini luar dan dalam, mulai dari toko dan restoran hingga festivalnya.

Yang membuat buku ini menonjol adalah perpaduan aspek dongeng dan cerita-cerita putri raja. Rasanya para karakter, terutama Rika, memiliki kisah serupa dengan kisah-kisah klasik tersebut tapi mampu membuat cerita mereka sendiri. Rika sedang dalam misi untuk menemukan ibunya, yang memberikan cerita ini nuansa petualangan yang mengasyikkan, seperti dongeng yang sering kita dengar di masa lalu. Namun alih-alih berdasarkan pada cerita lama yang sama, buku ini membalikkan keadaan untuk menunjukkan bahwa stereotip tidak harus mendefinisikan kita, dan karakternya menjadi jauh lebih menarik karenanya.)


THE STRENGTHS

■ Rika is a relatable character because she deals with anger issues, just like a lot of us do. But instead of making her anger seem like a problem, the author makes it part of who Rika is. This book breaks the stereotype that girls can't be angry or that it's a bad thing if they are. Letting Rika be herself and express her anger shows that it's totally normal to have complicated feelings, and we shouldn't judge people for it.

■ Rika's journey in handling her anger can be a real lifeline for readers who struggle with the same thing. The way the author shows Rika dealing with her emotions and finding ways to cope can make readers feel less alone. It's like a reminder that other people go through this too, and there are ways to deal with it that actually help. Plus, it shows that it's okay to be yourself, even if you're not perfect.

■ Rika being a girl who's not afraid to show her anger goes against what society expects from girls. It's like saying girls don't have to fit into a certain box when it comes to emotions. Showing Rika as a real person with real feelings, even if they're not always happy ones, tells us that everyone's emotions matter, no matter their gender. It's a reminder that we're all allowed to feel things and be ourselves.

■ The story's set in Little Tokyo, which makes everything feel real and legit. You'll feel like you're right there on the streets, checking out all the cool spots and soaking up the vibe of this lively community. Being immersed in this world helps you see how where people live affects how they feel about themselves and where they fit in. The setting makes the story even more alive by giving it a rich background where all the characters' adventures play out.

■ The book has a twist where it throws in aspects from fairy tales, but it doesn't play by the same old rules. Instead of sticking to what we expect from fairy tales, it flips things around to show that characters can be way more interesting when they don't follow the usual stereotypes. This makes the story way more relatable because it's like saying it's okay to be different and not fit into the same old storybook mold.

■ Henry, the love interest, brings a whole new layer of depth to the story with his mix of Filipino and Chinese heritage. The book doesn't just mention his background but digs into the real issues, like dealing with different cultures and even colorism, which is important but often ignored. Henry's not just some one-dimensional character. At first, he might seem like a typical self-centered celebrity, but as you get to know him better, you see there's a lot more to him.

(■ Rika adalah karakter yang mudah diterima karena dia menghadapi masalah seputar kemarahan, sama seperti kebanyakan dari kita. Namun alih-alih membuat kemarahannya tampak seperti sebuah masalah, penulis menjadikannya bagian dari siapa Rika. Buku ini mematahkan stereotip bahwa perempuan tidak boleh marah atau buruk jika mereka marah. Membiarkan Rika menjadi dirinya sendiri dan mengungkapkan kemarahannya menunjukkan bahwa memiliki perasaan yang rumit adalah hal yang wajar, dan kita tidak boleh menghakimi orang karenanya.

■ Perjalanan Rika dalam menghadapi amarahnya bisa menjadi sesuatu yang membantu pembaca yang sedang menghadapi hal serupa. Cara penulis menunjukkan Rika menghadapi emosinya dan menemukan cara untuk mengatasinya dapat membuat pembaca tidak merasa sendirian. Ini seperti pengingat bahwa orang lain juga mengalami hal ini, dan ada cara untuk menghadapinya yang benar-benar membantu. Selain itu, ini menunjukkan bahwa menjadi diri sendiri tidak masalah, meskipun kita tidak sempurna.

■ Rika sebagai seorang gadis yang tidak takut untuk menunjukkan kemarahannya bertentangan dengan ekspektasi masyarakat terhadap anak perempuan. Ini seperti mengatakan bahwa perempuan tidak harus masuk ke dalam kotak tertentu ketika menyangkut emosi. Menampilkan Rika sebagai seseorang yang nyata dengan perasaan yang nyata, meskipun tidak selalu bahagia, menunjukkan kepada kita bahwa emosi setiap orang penting, tidak peduli jenis kelamin mereka. Ini adalah pengingat bahwa kita semua diperbolehkan merasakan sesuatu dan menjadi diri kita sendiri.

■ Ceritanya berlatar di Little Tokyo, yang membuat segalanya terasa nyata dan asli. Kita akan merasa seperti berada di jalanan, mengunjungi semua tempat keren dan menikmati suasana komunitas yang ramai ini. Tenggelam dalam dunia ini membantu kita melihat bagaimana tempat tinggal seseorang memengaruhi perasaan mereka terhadap diri mereka sendiri dan posisi mereka. Latarnya membuat cerita menjadi lebih hidup dengan memberinya latar belakang yang kaya tempat semua petualangan karakter berlangsung.

■ Buku ini memiliki twist yang memasukkan aspek-aspek dari dongeng, namun tidak mengikuti aturan lama yang sama. Alih-alih berpegang pada apa yang kita harapkan dari dongeng, ia justru membalikkan keadaan untuk menunjukkan bahwa karakternya bisa menjadi jauh lebih menarik jika mereka tidak mengikuti stereotip yang biasa. Hal ini membuat cerita menjadi lebih menarik karena ini seperti mengatakan bahwa tidak apa-apa untuk menjadi berbeda dan tidak sesuai dengan pola dari buku cerita lama yang sama.

■ Henry, love interest, menghadirkan kedalaman cerita yang baru dengan perpaduan identitas Filipina dan Tiongkok. Buku ini tidak hanya menyebutkan latar belakangnya tetapi menggali isu-isu nyata, seperti berurusan dengan budaya yang berbeda dan bahkan colorism, yang penting namun sering diabaikan. Henry bukan sekadar karakter satu dimensi. Pada awalnya, dia mungkin tampak seperti selebriti yang egois, tetapi ketika kita mengenalnya lebih baik, kita melihat ada lebih banyak hal dalam dirinya.)


CONCLUSION

From Little Tokyo, With Love by Sarah Kuhn is a powerful story that talks about identity, where you fit in, and dealing with anger. It's set in a city with lots of different cultures mixing together. The best part is Rika, the main character. She's dealing with anger issues, which isn't something we usually see in female characters in books. But instead of making it seem like a problem, the book shows it's just part of who Rika is. This can really help readers who feel the same way know they're not alone. The book also takes fairy tale aspects and instead of sticking to the same old storybook rules, it shows that it's okay to be different and not fit into a mold. And then there's Henry, who's biracial. He adds even more depth to the story by showing what it's like to deal with different cultures and colorism. This book is a must-read if you're into stories that challenge stereotypes and show what real life in a diverse city is like.

(From Little Tokyo, With Love oleh Sarah Kuhn adalah kisah kuat yang berbicara tentang identitas, tempat di mana kita cocok, dan menghadapi kemarahan. Kisahnya berlatar di kota dengan banyak budaya berbeda yang bercampur menjadi satu. Bagian terbaiknya adalah Rika, sang karakter utama. Dia berurusan dengan masalah kemarahan, yang biasanya tidak kita lihat pada karakter perempuan di buku. Namun alih-alih membuatnya tampak seperti sebuah masalah, buku ini menunjukkan bahwa itu hanyalah sebagian dari siapa Rika sebenarnya. Ini benar-benar dapat membantu pembaca yang merasakan hal yang sama mengetahui bahwa mereka tidak sendirian. Buku ini juga mengambil beberapa aspek dongeng dan alih-alih berpegang pada aturan buku cerita lama yang sama, buku ini menunjukkan bahwa tidak apa-apa untuk menjadi berbeda dan tidak menyesuaikan diri dengan pola yang ada. Lalu ada Henry, yang biracial. Dia menambah kedalaman cerita dengan menunjukkan bagaimana rasanya menghadapi budaya dan warna yang berbeda. Buku ini wajib dibaca untuk mereka yang menyukai cerita yang menantang stereotip dan menunjukkan seperti apa kehidupan nyata di kota yang beragam.)

0 Comments

don't use this comment form, use the embedded disqus comment section. No spam!

Note: only a member of this blog may post a comment.