The Tatami Galaxy by Tomihiko Morimi | Book Review

 


The Tatami Galaxy by Tomihiko Morimi is a novel about a college student stuck in a time loop. He gets to redo his freshman year and tries out different clubs each time. But no matter what he chooses, he keeps going back to the same events, just with little changes each time.

(The Tatami Galaxy karya Tomihiko Morimi adalah novel tentang seorang mahasiswa yang terjebak dalam lingkaran waktu. Dia mengulang tahun pertamanya dan mencoba klub yang berbeda setiap saat. Namun apa pun yang dia pilih, dia terus kembali ke peristiwa yang sama, hanya dengan sedikit perubahan setiap saat.)


BOOK INFORMATION

Title                       : The Tatami Galaxy 

Series                    : The Tatami Galaxy #1

Original title       : 四畳半神話大系

Author                  : Tomihiko Morimi

Translator           : Emily Balistrieri

Publisher             : HarperVia 

Language             : English 

Length                  : 352 pages

Released               : December 6, 2022

Read                     : September 13-15, 2023

GR Rating            : 3.64

My rating            : 2.00


BOOK REVIEW

The Tatami Galaxy by Tomihiko Morimi is a novel set in college, diving into the challenges and relationships that shape student life. The story revolves around an unnamed main character who feels regretful about past choices. He navigates college with his best friend Ozu, exploring themes of friendship and its impact on their lives.

A key theme in the book is the power of choice. The protagonist gets a chance to redo his college years and make different decisions, leading to different outcomes. This exploration of choice encourages readers to think about their own decisions and how they shape their futures. The book shows how our choices create interconnected paths in life and the ripple effects they have.

The Tatami Galaxy dives into the idea of the multiverse, where different choices lead to different life paths. This makes us think about fate, free will, and how much control we have over our lives. As the main character explores these parallel worlds, we're encouraged to think about how chance and circumstances shape our own journeys.

A central theme in the book is the main character's quest to change his past to escape regret. His strong desire to fix his perceived mistakes runs through the story, making us wonder if we can really undo past regrets or if they're just part of growing up.

The Tatami Galaxy also tackles the big question of fate versus free will. While the story hints that some things might be meant to happen, it also makes us think about whether we can shape our own destinies.

(The Tatami Galaxy oleh Tomihiko Morimi adalah novel berlatar masa kuliah, yang menyelami tantangan dan hubungan yang membentuk kehidupan mahasiswa. Ceritanya berfokus pada karakter utama yang tidak disebutkan namanya yang merasa menyesali pilihan masa lalunya. Dia menjalani kuliah bersama sahabatnya Ozu, mengeksplorasi tema persahabatan dan dampaknya terhadap kehidupan mereka.

Tema utama dalam buku ini adalah kekuatan pilihan. Sang protagonis mendapat kesempatan untuk mengulangi masa kuliahnya dan membuat keputusan berbeda, yang menghasilkan hasil berbeda. Eksplorasi pilihan ini mendorong pembaca untuk memikirkan keputusan mereka sendiri dan bagaimana keputusan tersebut membentuk masa depan mereka. Buku ini menunjukkan bagaimana pilihan-pilihan kita menciptakan jalan-jalan yang saling berhubungan dalam kehidupan dan dampak berkelanjutan yang ditimbulkannya.

The Tatami Galaxy menyelami gagasan multiverse, di mana pilihan yang berbeda mengarah pada jalur kehidupan yang berbeda. Hal ini membuat kita berpikir tentang nasib, free will, dan seberapa besar kendali yang kita miliki atas hidup kita. Saat karakter utama menjelajahi dunia paralel ini, kita didorong untuk memikirkan bagaimana peluang dan keadaan membentuk perjalanan kita.

Tema sentral dalam buku ini adalah pencarian karakter utama untuk mengubah masa lalunya agar terhindar dari penyesalan. Keinginannya yang kuat untuk memperbaiki kesalahan yang dirasakannya mengalir sepanjang cerita, membuat kita bertanya-tanya apakah kita benar-benar dapat membatalkan penyesalan masa lalu atau apakah itu hanya bagian dari pertumbuhan kita.

The Tatami Galaxy juga menjawab pertanyaan besar tentang nasib versus free will. Meskipun cerita ini mengisyaratkan bahwa beberapa hal mungkin memang ditakdirkan untuk terjadi, cerita ini juga membuat kita berpikir apakah kita dapat menentukan nasib kita sendiri.)


THE DRAWBACKS

■Repetitive: The main issue with the story is how it keeps going over the same events again and again. This repetition makes it hard to stay engaged because it feels like reading the same thing over and over. Some words and phrases are used way too much, like 'black-haired maiden' or 'yokai,' which can get annoying. Plus, characters' reactions, like screaming, are described in the same exaggerating way too many times.

■Unlikable protagonist: The main character isn't someone you'd root for. He's kind of boring, always complaining, and self-centered. It's tough to connect with him, especially at the start of the story.

■Lack of character growth: Despite all the chances he gets to change, the main character stays pretty much the same throughout the book. It's frustrating because you'd expect him to learn and grow, but he doesn't seem to improve much, even with all the weird things happening to him.

■Blaming club activities: The story follows the main character as he joins different clubs in college, hoping to make his time there awesome. But no matter what club he picks, he ends up friendless except for one annoying person. Each part of the book shows what would happen if he picked a different club, but it feels like the message might just be to not join any clubs at all.

(■Repetitif: Permasalahan utama dalam cerita ini adalah bagaimana cerita ini terus mengulang peristiwa yang sama berulang-ulang. Pengulangan ini membuat sulit untuk tetap terlibat karena rasanya seperti membaca hal yang sama berulang kali. Beberapa kata dan frasa digunakan terlalu sering, seperti 'gadis berambut hitam' atau 'yokai', yang bisa mengganggu. Ditambah lagi, reaksi karakter, seperti berteriak, digambarkan dengan cara yang terlalu berlebihan.

■Protagonis yang tidak disukai: Karakter utamanya bukanlah seseorang yang bisa kita dukung. Dia tipe orang yang membosankan, selalu mengeluh, dan egois. Sulit untuk terhubung dengannya, terutama di awal cerita.

■Kurangnya pertumbuhan karakter: Terlepas dari semua kemungkinan dia berubah, karakter utama tetap sama sepanjang buku. Ini membuat frustrasi karena kita mengharapkan dia untuk belajar dan berkembang, tetapi dia tampaknya tidak mengalami banyak kemajuan, bahkan dengan semua hal aneh terjadi padanya.

■Menyalahkan aktivitas klub: Ceritanya mengikuti karakter utama saat dia bergabung dengan berbagai klub di kampus, berharap untuk membuat waktunya di sana menyenangkan. Tapi tidak peduli klub mana yang dia pilih, dia akhirnya tidak punya teman kecuali satu orang yang menyebalkan. Setiap bagian dari buku ini menunjukkan apa yang akan terjadi jika dia memilih klub yang berbeda, namun sepertinya pesan dari bukunya mungkin adalah untuk tidak bergabung dengan klub mana pun sama sekali.)


CONCLUSION

The Tatami Galaxy by Tomihiko Morimi is a story about college life and how our choices shape our destinies. While it raises some interesting questions about fate and free will, its repetitive structure and unlikable main character might not be everyone's cup of tea. The lack of character growth could leave readers wanting more. Overall, I rated it 2 out of 5 stars, but if you're into deep philosophical discussions or a fan of the anime series, you might still find something to enjoy in it.

(The Tatami Galaxy oleh Tomihiko Morimi adalah kisah tentang kehidupan kampus dan bagaimana pilihan kita membentuk takdir kita. Meskipun menimbulkan beberapa pertanyaan menarik tentang takdir dan kehendak bebas, strukturnya yang berulang dan karakter utamanya yang tidak disukai mungkin tidak disukai semua orang. Kurangnya pertumbuhan karakter dapat membuat pembaca menginginkan lebih. Secara keseluruhan, aku memberi rating 2 dari 5 bintang, tetapi jika kamu menyukai diskusi filosofis yang mendalam atau penggemar serial animenya, kamu mungkin masih menemukan sesuatu untuk dinikmati di dalamnya.)

0 Comments

don't use this comment form, use the embedded disqus comment section. No spam!

Note: only a member of this blog may post a comment.