The Midnight Library by Matt Haig | Book Review

 



The Midnight Library by Matt Haig tells the story of Nora Seed, a woman who feels stuck in a life full of regrets and sadness. Feeling like there's no way out, she decides to end her life. But instead of dying, Nora wakes up in the Midnight Library, a strange place between life and death. Here, she discovers shelves filled with books, each representing a different life she could have lived if she had made different choices. With the help of the librarian, Mrs. Elm, Nora explores these alternate lives, experiencing what could have been if she had taken different paths. As Nora jumps into these different lives, she learns about herself and what truly matters in life. 

(The Midnight Library karya Matt Haig bercerita tentang Nora Seed, seorang wanita yang merasa terjebak dalam kehidupan yang penuh penyesalan dan kesedihan. Merasa tidak ada jalan keluar, dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Namun bukannya mati, Nora malah terbangun di Perpustakaan Tengah Malam, tempat aneh antara hidup dan mati. Di sini, dia menemukan rak-rak penuh buku, masing-masing mewakili kehidupan berbeda yang bisa dia jalani jika dia membuat pilihan berbeda. Dengan bantuan pustakawan, Mrs. Elm, Nora menjelajahi kehidupan alternatif ini, mengalami apa yang mungkin terjadi jika dia mengambil jalan yang berbeda. Saat Nora terjun ke kehidupan yang berbeda ini, dia belajar tentang dirinya sendiri dan apa yang benar-benar penting dalam hidup.)


BOOK INFORMATION

Title                       : Perpustakaan Tengah Malam (The Midnight Library)

Original title        : The Midnight Library 

Author                  : Matt Haig 

Translator           : Dharmawati

Publisher             : Gramedia Pustaka Utama 

Language             : Indonesian

Length                  : 368 pages

Released               : June 9, 2021

Read                     : November 1-5, 2021

GR Rating            : 4.01

My rating            : 4.00


BOOK REVIEW

The Midnight Library by Matt Haig dives into deep feelings and thoughts we all have about regret and the choices we make in life. Nora, the main character, feels stuck in a place where she's overwhelmed by all the things she wishes she'd done differently. But then she discovers the Midnight Library, a magical place where she can explore different versions of her life.

What's interesting about this book is how it talks about sensitive topics like depression and mental health in a really understanding way. Nora's struggles show us what it's like to deal with depression, making us think more about what others might be going through.

The story also makes us think about questions like what life's all about and whether we can really change our past to be happier. It shows that even if we could change things, life would still have its ups and downs. And it reminds us that our past shapes how we see happiness.

The idea of parallel universes and the multiverse theory is shown through Nora checking out different lives in the Midnight Library, which makes us think about all the different ways things could have turned out. 

The library itself is like a magical portal that lets Nora jump into other lives through books. It's an important part of the story and makes us think about all the changes and growth we can go through. Just like a regular library has tons of books with different stories, the Midnight Library has endless options for Nora to explore.

In the end, The Midnight Library tells us that being happy is different for everyone. It's about finding what makes us feel good inside, not just doing what everyone else thinks we should. Nora's journey teaches us that it's okay to embrace our own flaws and enjoy the little moments in life.

(The Midnight Library oleh Matt Haig menyelami perasaan dan pemikiran mendalam yang kita semua miliki tentang penyesalan dan pilihan yang kita buat dalam hidup. Nora, karakter utamanya, merasa terjebak di tempat di mana dia kewalahan dengan semua hal yang dia harap dia lakukan secara berbeda. Tapi kemudian dia menemukan Perpustakaan Tengah Malam, tempat ajaib di mana dia bisa menjelajahi berbagai versi kehidupannya.

Yang menarik dari buku ini adalah bagaimana buku ini membahas topik-topik sensitif seperti depresi dan kesehatan mental dengan cara yang sangat pengertian. Perjuangan Nora menunjukkan kepada kita bagaimana rasanya menghadapi depresi, yang membuat kita lebih memikirkan apa yang mungkin dialami orang lain.

Ceritanya juga membuat kita memikirkan pertanyaan-pertanyaan seperti apa sebenarnya hidup ini dan apakah kita benar-benar bisa mengubah masa lalu kita menjadi lebih bahagia. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kita dapat mengubah keadaan, kehidupan masih akan mengalami pasang surut. Dan ini mengingatkan kita bahwa masa lalu membentuk cara kita memandang kebahagiaan.

Gagasan tentang semesta paralel dan teori multiverse ditunjukkan melalui Nora yang melihat berbagai kehidupan di The Midnight Library, yang membuat kita berpikir tentang berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.

Perpustakaan itu sendiri seperti portal ajaib yang memungkinkan Nora terjun ke kehidupan lain melalui buku. Ini adalah bagian penting dari cerita ini dan membuat kita berpikir tentang semua perubahan dan pertumbuhan yang bisa kita lalui. Sama seperti perpustakaan biasa yang memiliki banyak sekali buku dengan cerita berbeda, Perpustakaan Tengah Malam memiliki banyak pilihan untuk dijelajahi Nora.

Pada akhirnya, The Midnight Library memberi tahu kita bahwa bahagia itu berbeda untuk setiap orang. Bahagia itu tentang menemukan apa yang membuat kita merasa nyaman, bukan hanya melakukan apa yang menurut orang lain seharusnya kita lakukan. Perjalanan Nora mengajarkan kita bahwa tidak apa-apa menerima kekurangan kita sendiri dan menikmati momen-momen kecil dalam hidup.)


THE STRENGTHS

■ Writing style: Matt Haig's writing style is easy to understand and stands out because it captures deep feelings and ideas in a simple way. This makes the book easy for lots of people to get into. Haig's words draw you into Nora's world, making it easy to feel what she feels and understand her journey.

■ Relatability: One of the best things about this book is how much readers can relate to it. Many of us have felt unsure or unhappy at some point in our lives. The Midnight Library gives us hope that it's okay to make changes and go after what makes us happy, no matter how old we are. Nora's story feels like our own, showing us that we're not alone in our struggles and dreams.

■ Seriousness and lightness: Haig mixes serious topics like depression with funny and light moments in the story. This balance makes the book emotional but still fun to read. It lets us think about challenging themes without feeling too heavy, so we can connect with the story on a deeper level.

■ Exploring life's possibilities: The Midnight Library shows us that life is full of different paths and experiences. Every choice we make can lead us somewhere new, and there's no one "right" way to live. This idea makes us think about our own lives and the choices we've made, sparking curiosity about what could have been and what still can be.

■ Questioning societal norms: The book encourages us to think about whether we're living our lives the way we want or just following what society expects from us. Nora's journey makes us wonder if we're being true to ourselves or letting others decide our path. It's a reminder to stay true to who we are and make choices that feel right for us.

(■ Gaya penulisan: Gaya penulisan Matt Haig mudah dipahami dan menonjol karena menangkap perasaan dan gagasan yang dalam dengan cara yang sederhana. Hal ini membuat buku ini mudah dibaca oleh banyak orang. Kata-kata Haig membawa kita ke dunia Nora, membuat kita mudah untuk merasakan apa yang dia rasakan dan memahami perjalanannya.

■ Relatabilitas: Salah satu hal terbaik tentang buku ini adalah seberapa banyak pembaca dapat memahaminya. Banyak dari kita merasa tidak yakin atau tidak bahagia pada suatu saat dalam hidup kita. Perpustakaan Tengah Malam memberi kita harapan bahwa tidak apa-apa untuk melakukan perubahan dan mengejar apa yang membuat kita bahagia, berapa pun usia kita. Kisah Nora terasa seperti kisah kita sendiri, yang menunjukkan bahwa kita tidak sendirian dalam perjuangan dan impian kita.

■ Hal-hal serius dan ringan: Haig memadukan topik serius seperti depresi dengan momen-momen lucu dan ringan dalam cerita. Keseimbangan ini membuat buku ini terasa emosional namun tetap menyenangkan untuk dibaca. Ini memungkinkan kita memikirkan tema-tema yang menantang tanpa merasa terlalu berat, sehingga kita dapat terhubung dengan cerita pada tingkat yang lebih dalam.

■ Menjelajahi kemungkinan-kemungkinan dalam hidup: Perpustakaan Tengah Malam menunjukkan kepada kita bahwa hidup ini penuh dengan jalan dan pengalaman yang berbeda. Setiap pilihan yang kita buat dapat membawa kita ke suatu tempat yang baru, dan tidak ada satu cara hidup yang "tepat". Gagasan ini membuat kita berpikir tentang kehidupan kita sendiri dan pilihan-pilihan yang telah kita buat, yang memicu rasa ingin tahu tentang apa yang bisa terjadi dan apa yang masih bisa terjadi.

■ Mempertanyakan norma-norma masyarakat: Buku ini mendorong kita untuk memikirkan apakah kita menjalani hidup sesuai keinginan kita atau hanya mengikuti apa yang masyarakat harapkan dari kita. Perjalanan Nora membuat kita bertanya-tanya apakah kita jujur pada diri sendiri atau membiarkan orang lain menentukan jalan kita. Ini adalah pengingat untuk tetap jujur pada diri kita sendiri dan membuat pilihan yang dirasa tepat bagi kita.)


CONCLUSION

The Midnight Library by Matt Haig is about regret, choices, and finding happiness. It's written in a way that's easy to understand, with characters you can relate to and a good mix of serious and fun moments. The story follows Nora Seed as she explores different lives in a magical library. It talks about heavy topics like regret and depression, but also about finding your own way and what makes you happy. The idea of parallel universes and the fact that happiness means different things to different people really makes you think about your own life and what could be out there for you.

(The Midnight Library oleh Matt Haig adalah tentang penyesalan, pilihan, dan menemukan kebahagiaan. Buku ini ditulis dengan cara yang mudah dimengerti, dengan karakter yang relatable dan perpaduan yang baik antara momen-momen serius dan menyenangkan. Ceritanya mengikuti Nora Seed saat dia menjelajahi berbagai kehidupan di sebuah perpustakaan ajaib. Buku ini berbicara tentang topik-topik berat seperti penyesalan dan depresi, tetapi juga tentang menemukan jalan kita sendiri dan apa yang membuat kita bahagia. Gagasan tentang semesta paralel dan fakta bahwa kebahagiaan memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda benar-benar membuat kita berpikir tentang kehidupan kita sendiri dan apa yang mungkin bisa kita membantu dan mendukung kita.)

0 Comments

don't use this comment form, use the embedded disqus comment section. No spam!

Note: only a member of this blog may post a comment.