Join lailiving Newsletter



Cara Sehat dan Aman Mengurangi Noda Kekuningan di Gigi

May 14, 2019



Saya sering bertanya-tanya kenapa gigi saya tidak bisa seputih gigi para bintang iklan odol di TV. Apakah saya malas gosok gigi? Apakah saya harus pakai perawatan gigi mahal yang dipakai para artis agar gigi jadi lebih putih?

Tidak, bukan seperti itu, wahai Ani. Seperti jerawat, gigi yang kekuningan adalah sesuatu yang bisa dipelajari dan dikenali penyebabnya.

Penyebab warna gigi tidak putih :

1. Penipisan enamel
2. Noda pada enamel

Apa itu enamel?

Enamel gigi pada umumnya berwarna putih, merupakan lapisan terluar gigi yang melindungi lapisan kuning di dalamnya bernama dentin. Jika enamel menipis, maka otomatis lapisan dentin di bawahnya akan lebih terlihat warnanya, yang bisa mengakibatkan gigi tampak kekuningan.

Enamel ini sangat mungkin untuk terus menipis seiring usia sehingga warna gigi terlihat kekuningan yang merupakan warna dentin. Ada pula orang-orang yang memang terlahir dengan enamel yang tipis sehingga giginya kekuningan sejak awal. Selain itu, makanan dan minuman yang terlalu asam juga berpotensi mengakibatkan penipisan lapisan enamel. Selain faktor usia, bawaan, dan makanan, ternyata penipisan enamel ini juga bisa berkaitan dengan penyakit gusi.

Selain faktor penipisan enamel, noda pada enamel yang ditinggalkan makanan, minuman dan obat-obatan seperti kopi, teh dan antibiotik juga berperan dalam penyebab gigi kekuningan. Selain itu gaya hidup tidak sehat seperti merokok juga berperan dalam membuat gigi menjadi kekuningan karena noda yang ditinggalkan tembakau di gigi.

Memutihkan Gigi

Ada beberapa cara yang saya lakukan untuk membuat gigi saya lebih putih, dengan cara yang tidak berbahaya. Saya berusaha membuat gigi saya tetap sehat dan berwarna putih alami dengan melakukan beberapa hal dan menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan gigi saya kembali kekuningan.

1. Pasta gigi

Saya menggunakan produk pasta gigi yang mengandung sea salt dan lemon extract yang ditujukan untuk mencerahkan warna gigi. Saya menggosok gigi setelah makan pagi dan sebelum tidur. Agar tidak ada lagi sisa makanan atau minuman yang tertinggal selama saya tidak melakukan apa-apa yang berkaitan dengan gigi, seperti bekerja atau tidur.

2. Hindari Asam

Saya menghindari makanan dan minuman yang bersifat asam dan yang berpotensi meninggalkan warna kekuningan pada gigi seperti citrus, kopi, teh, dan soda. Kalaupun saya tidak bisa menghindarinya, 30 menit setelah mengkonsumsi makanan dan minuman tersebut saya harus menggosok gigi. Menurut yang saya baca di medicalnewstoday, bahwa zat asam dapat melemahkan lapisan gigi, sehingga menggosok gigi langsung setelah konsumsi zat tersebut malah dapat merusak gigi, maka dianjurkan untuk menunggu setidaknya 30 menit.

3. Makan Buah

Beberapa tips yang saya baca, bahwa buah-buahan seperti strawberry, nanas dan pepaya dapat memutihkan gigi. Zat dalam nanas yang disebut bromelain merupakan zat yang dipakai dalam produk pasta gigi untuk pemutih gigi. Selain itu, memakan buah mentah terutama yang teksturnya keras bisa membantu mengangkat kotoran yang terperangkap di gigi. Meskipun belum ada studi yang membuktikan bahwa makan buah bisa memutihkan gigi, namun memakan buah bisa menyehatkan tubuh, bukan?

4. Mengkonsumsi Kalsium

Kalsium tidak hanya ditemukan pada susu dan produk olahannya. Berhubung saya tidak begitu bersahabat dengan susu, saya memilih makanan lain yang mengandung kalsium seperti sayuran hijau yaitu brokoli, kubis, bawang prei dan bokchoy, kemudian tahu, edamame, kacang merah dan alpukat. Kalsium berfungsi dalam menguatkan lapisan gigi sehingga tidak mudah terkikis.

5. Kurangi Gula

Karena saya juga memang kurang suka makanan tinggi gula, saya dengan senang hati melakukan metode yang satu ini. Selain itu, terlalu banyak konsumsi gula juga tidak baik untuk kesehatan tubuh, berkaitan dengan obesitas dan penyakit yang disebabkan oleh gula.

6. Oil Pulling

Metode ini saya dapat setelah membaca blog mbak Yani (iidyanie.com) mengenai oil-pulling. Dari situ kemudian saya tertarik menggunakan cara ini untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut saya. Yang saya gunakan adalah Virgin Coconut Oil yang bisa didapat di swalayan, namun lebih praktisnya saya beli lewat online. Meskipun beberapa website menyatakan bahwa oil pulling tidak bisa memutihkan gigi, hanya mengurangi Streptococcus mutans yaitu bakteri yang ada dalam mulut, namun kalau bisa menyehatkan gigi dan mulut, tidak ada ruginya saya lakukan.

Dari keenam hal yang saya lakukan di atas, saya merasa bahwa noda kekuningan di gigi saya pun mulai berkurang. Meskipun tidak seperti gigi di iklan pasta gigi, tapi secara keseluruhan saya merasa gigi dan mulut saya lebih sehat.

Cara Lain yang Sering Saya Temukan di Internet

1. Cuka Sari Apel

Saya belum pernah mencoba cara ini, yaitu menggunakan cuka sari apel. Beberapa website menyebutkan cara ini malah membahayakan lapisan gigi, namun website lain malah merekomendasikan cara ini. Karena saya tidak suka bau cuka sari apel, akhirnya saya putuskan untuk tidak mencobanya. Mungkin ada yang pernah coba? Share ya di kolom komentar.

2. Hidrogen Peroksida

Zat ini direkomendasikan di Amerika Serikat sebagai zat ampuh untuk memutihkan gigi, namun ada beberapa website juga yang menyebutkan bahwa cara ini juga bisa membahayakan gigi jika tidak langsung di bawah pengawasan dokter gigi.

3. Baking Soda

Cara paling hits yang biasanya dipakai dan direkomendasikan hampir semua website untuk memutihkan gigi. Baking soda bersifat menarik noda, kotoran, dan bakteri pada gigi sehingga bisa membuat tampilan gigi lebih putih. Penggunaan bersama pasta strawberry (dari daging buah strawberry yang dihaluskan), juga dikatakan mampu menghasilkan tampilan gigi putih yang sehat. Saya sendiri belum pernah coba cara ini.

Punya tampilan gigi yang putih berseri seperti di iklan TV memang menyenangkan, namun yang terpenting adalah kita tetap ramah dan berterima kasih kepada gigi kita. Karena tanpa mereka, bagaimana kita bisa makan enak setiap hari.

Sakit gigi

Di usia yang sudah 20-an, saya kedatangan gigi baru di bagian belakang. Hal ini membuat gusi saya agak bengkak dan ngilu berhari-hari. Makanan seenak apapun, tidak akan terasa enak kalau gigi dan gusi sedang tidak dalam keadaan normal. Maka dari itu saya tidak setuju dengan “Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ini”. Percayalah, sakit gigi itu tidak enak, saudara-saudaraku.

Melalui sakit gigi yang saya alami ini, saya belajar untuk lebih menyayangi gigi-gigi saya yang selama lebih dari 20 tahun ini mungkin saya biasa saja dengan keberadaan mereka, menyikat gigi dengan seenak hati, makan makanan yang tidak sehat, dan mungkin juga lupa menggosok gigi karena kecapekan.

Jadi, untuk mendapatkan gigi yang putih, sebisa mungkin gunakan produk yang aman dan di bawah pengawasan dokter. Meskipun gigi kita tidak bisa seputih iklan TV, kita tetap bisa hidup, right? Yang terpenting adalah tetap menjaga kesehatan gigi dan mulut, jangan abaikan the power of gosok gigi dua kali sehari.

Cintai gigimu, gosok gigi tiap hari~


Title picture edited by lailiving
Background photo by Superkitina

You Might Also Like

0 comments

Please comment using Google Account or URL blog, so that I could visit your blog next time

About lailiving

lailiving is a place for sharing knowledge and inspiration to live beautifully inside and outside, focused on self-love and self-development.
For more inspiration and beautiful stuffs, do follow or hit subscribe for this blog.

Community

Blogger Perempuan