The Secret Garden by Frances Hodgson Burnett | Book Review

 


Magic is always pushing and drawing and making things out of nothing. Everything is made out of Magic, leaves and trees, flowers and birds, badgers and foxes and squirrels and people. So it must be all around us. In this garden—in all the places.


First published in 1911, The Secret Garden has remained a beloved story for generations. Its enduring popularity comes from its ability to transport us to a world full of hidden wonders and untapped potential. The story takes place in the English countryside, and the author's vivid words make us feel like we're really there, from the empty halls of Misselthwaite Manor to the vibrant and secret garden itself.

This enchanting masterpiece takes us on a magical journey filled with healing, personal growth, and the power of love and friendship. It's a timeless tale that speaks to readers of all ages, teaching us about finding ourselves, connecting with others, and discovering happiness.

(Pertama kali diterbitkan pada tahun 1911, The Secret Garden masih menjadi kisah yang dicintai dari generasi ke generasi. Popularitasnya yang bertahan lama berasal dari kemampuannya untuk membawa kita ke dunia yang penuh dengan keajaiban tersembunyi dan potensi yang belum dimanfaatkan. Ceritanya bersetting di pedesaan Inggris, dan kata-kata penulis yang hidup membuat kita merasa seperti kita benar-benar ada di sana, dari ruangan kosong Misselthwaite Manor hingga Secret Garden itu sendiri.

Mahakarya yang mempesona ini membawa kita dalam perjalanan ajaib tentang penyembuhan, pengembangan diri, serta kekuatan cinta dan persahabatan. Ini adalah kisah abadi yang mampu berbicara kepada pembaca dari segala usia, mengajari kita tentang menemukan jati diri, berhubungan dengan orang lain, dan menemukan kebahagiaan.)


BOOK INFORMATION

Title        : The Secret Garden

Author    : Frances Hodgson Burnett

Publisher : Gramedia Pustaka Utama

Length     : 344 pages

Language : English

Released   : February 12, 2018

Read          :

GR Rating : 4.15

My Rating  : 4.50


BOOK REVIEW

Frances Hodgson Burnett's The Secret Garden has a special charm that lies in its captivating story and its meaningful exploration of healing and change. As we embark on this enchanting adventure, we enter a world where forgotten places can come alive, where friendship and love can mend wounded hearts, and where the beauty of nature holds the key to unlocking our hidden potential.

The story revolves around Mary Lennox, a young girl who undergoes a remarkable transformation through her journey of self-discovery. At first, Mary is portrayed as a spoiled and unloved child. But as she uncovers the secret garden, her own spirit starts to awaken. The garden becomes a symbol of the characters' emotions, evolving from a neglected wasteland to a place of beauty and renewal.

The Secret Garden highlights not only the power of nature but also the importance of human connections. Through her friendships with Martha, Dickon, and Colin, Mary learns the value of empathy, love, and the healing effects of friendship. Each character contributes to the growth and restoration of the individuals and the garden itself. The story beautifully shows how working together and forming genuine bonds can bring about significant change.

The garden becomes a sanctuary, offering solace to both the characters and the readers. Through vivid descriptions of blooming flowers, rustling leaves, and the songs of birds, we find comfort and escape within its pages. We are reminded of nature's therapeutic power, its ability to heal not only physical wounds but also emotional ones. The garden's transformation demonstrates the profound impact that the natural world can have on our well-being, encouraging us to reconnect with the wonders of the earth.

Beyond the captivating story and themes, The Secret Garden delivers timeless messages. It reminds us that even in difficult times, there is always hope for renewal and change. The story teaches us the importance of self-reflection, looking inward, and being open to transformation. By nurturing our own inner gardens, we can cultivate resilience, joy, and a sense of purpose.

(The Secret Garden karya Frances Hodgson Burnett memiliki daya tarik khusus yang terletak pada kisahnya yang menarik dan eksplorasi mengenai penyembuhan dan perubahan yang bermakna. Saat kita memulai petualangan yang menyenangkan ini, kita memasuki dunia di mana tempat-tempat yang terlupakan dapat menjadi hidup, di mana persahabatan dan cinta dapat menyembuhkan hati yang terluka, dan di mana keindahan alam memegang kunci untuk membuka potensi tersembunyi kita.

Ceritanya mengenai Mary Lennox, seorang anak perempuan yang mengalami transformasi luar biasa melalui perjalanan penemuan jati dirinya. Awalnya, Mary digambarkan sebagai anak yang manja dan tidak disayangi. Tapi saat dia menemukan secret garden, semangatnya sendiri mulai bangkit. Taman menjadi simbol emosi karakter, berkembang dari gurun yang terabaikan menjadi tempat penuh keindahan dan pembaharuan.

The Secret Garden tidak hanya menyoroti kekuatan alam, tetapi juga pentingnya hubungan manusia. Melalui persahabatannya dengan Martha, Dickon, dan Colin, Mary mempelajari nilai empati, cinta, dan dampak penyembuhan dari persahabatan. Setiap karakter berkontribusi pada perkembangan dan pemulihan individu dan taman itu sendiri. Ceritanya dengan indah menunjukkan bagaimana bekerja sama dan membentuk ikatan yang tulus dapat menciptakan perubahan yang signifikan.

Taman yang menjadi tempat perlindungan, menawarkan pelipur lara bagi karakter dan pembaca. Melalui deskripsi yang jelas tentang bunga yang mekar, gemerisik dedaunan, dan nyanyian burung, kita menemukan kenyamanan dan pelarian di dalam halaman-halaman buku ini. Kita diingatkan akan kekuatan alam yang terapeutik, kemampuannya untuk menyembuhkan tidak hanya luka fisik tetapi juga luka emosional. Transformasi taman menunjukkan dampak mendalam yang dapat ditimbulkan oleh alam terhadap kesehatan kita, mendorong kita untuk terhubung kembali dengan keajaiban alam.

Selain cerita dan tema yang menarik, The Secret Garden menyampaikan pesan yang tak lekang oleh waktu. Buku ini mengingatkan kita bahwa bahkan di masa-masa sulit, selalu ada harapan untuk pembaharuan dan perubahan. Ceritanya mengajarkan kita pentingnya refleksi diri, melihat ke dalam, dan terbuka untuk transformasi. Dengan memelihara taman batin kita sendiri, kita dapat menumbuhkan keteguhan, kegembiraan, dan tujuan hidup.)

 

WHAT I LOVE

■Engaging and relatable characters: The people in the book, like Mary, Colin, Martha, and Dickon, are interesting and easy to understand. They have their own problems and change during the story. I feel connected to them and care about what happens to them. This makes reading the book more fun and meaningful.

■Themes of healing and transformation: The book talks about healing, growing, and how nature can change us. It gives us hope and shows that even when things are hard, we can overcome our problems and be happy. 

■Imaginative and magical elements: The Secret Garden has exciting parts that make us imagine and feel like there is magic. The idea of a secret garden with special powers, and the adventure and surprises in the story, make us feel like we're in a magical world. 

■Evocative setting and atmosphere: The book describes the places in a way that makes us imagine them clearly. We feel like we're really there in Misselthwaite Manor, the Yorkshire moors, and the secret garden. It feels calm, beautiful, and a little mysterious. This makes the story more interesting and real for readers.

■Messages of love, friendship, and hope: The Secret Garden teaches us about love, friendship, and hope. It shows us how important it is to have friends and be kind to others. We learn that when we care about each other, good things happen. These messages make us feel happy and stay with us.

■Timeless and classic appeal: The Secret Garden is a special book that people have loved for a long time. It's a story that can be enjoyed by anyone, no matter their age. It has important ideas that are always relevant. Many people have read it when they were young and still enjoy it as adults because it has something new to offer each time.

(■Karakter menarik dan relatable: Orang-orang dalam buku ini, seperti Mary, Colin, Martha, dan Dickon, menarik dan mudah dipahami. Mereka memiliki masalah mereka sendiri dan berubah selama cerita. Aku merasa bisa terhubung dengan mereka dan peduli dengan apa yang terjadi pada mereka. Hal ini membuat membaca buku ini terasa lebih menyenangkan dan bermakna.

■Tema penyembuhan dan transformasi: Buku ini membahas tentang penyembuhan, pertumbuhan, dan bagaimana alam dapat mengubah kita. Buku ini memberi kita harapan dan menunjukkan bahwa meskipun dalam keadaan sulit, kita dapat mengatasi masalah kita dan menjadi bahagia. 

■Elemen imajinatif dan magis: The Secret Garden memiliki bagian-bagian seru yang membuat kita berimajinasi dan merasa seperti ada keajaiban. Gagasan mengenai taman rahasia dengan kekuatan khusus, serta petualangan dan kejutan dalam ceritanya, membuat kita merasa seperti berada di dunia magis. 

■Pengaturan dan suasana yang menggugah: Buku ini menggambarkan tempat-tempat dengan cara yang membuat kita membayangkannya dengan jelas. Kita merasa seperti benar-benar ada di Misselthwaite Manor, Yorkshire Moor, dan secret garden. Rasanya tenang, indah, dan sedikit misterius. Hal ini membuat cerita lebih menarik dan nyata bagi pembaca.

■Pesan tentang cinta, persahabatan, dan harapan: The Secret Garden mengajarkan kita tentang cinta, persahabatan, dan harapan. Buku ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya  berteman dan bersikap baik kepada orang lain. Kita belajar bahwa ketika kita peduli satu sama lain, hal-hal baik pun terjadi. Pesan-pesan ini membuat kita merasa bahagia dan tetap bersama kita.

■Daya tarik klasik dan abadi: The Secret Garden adalah buku yang telah lama disukai banyak orang. Ini adalah cerita yang bisa dinikmati oleh siapa saja, berapapun usianya. Buku ini memiliki ide-ide penting yang selalu relevan. Banyak orang telah membacanya ketika mereka masih muda dan masih menikmatinya sebagai orang dewasa karena buku ini memiliki sesuatu yang baru untuk diajarkan setiap saat.)

 

WHY YOU MIGHT NOT LIKE IT

■Pacing: Some readers may feel that the story moves slowly, especially at the beginning. The plot and characters develop gradually, which may not engage those who prefer a faster-paced story.

■Characters' behavior: Some readers might find it hard to relate to or understand the main characters' actions, especially Mary's initial spoiled and bad-tempered nature. This can make it challenging to connect with or feel sympathy for her early in the book.

■Dated language and setting: Since The Secret Garden is a classic novel from the early 20th century, it uses language and includes social norms and customs that may feel old-fashioned or unfamiliar to modern readers. The setting and cultural context of the story might be hard to relate to for some readers.

■Predictability: Readers who enjoy unexpected plot twists or complex narratives might find The Secret Garden predictable or straightforward. The story follows a somewhat traditional structure, and the overall trajectory of healing and transformation is anticipated.

(■Pacing: Beberapa pembaca mungkin merasa bahwa cerita bergerak lambat, terutama di awal. Plot dan karakter berkembang secara bertahap, yang mungkin tidak disukai mereka yang lebih menyukai cerita yang bergerak lebih cepat.

■Perilaku karakter: Beberapa pembaca mungkin merasa sulit untuk memahami atau memahami tindakan karakter utama, terutama sifat awal Mary yang manja dan pemarah. Hal ini dapat menyulitkan untuk terhubung atau merasa bersimpati padanya di awal buku.

■Bahasa dan latar masa lalu: Karena The Secret Garden adalah novel klasik dari awal abad ke-20, novel ini menggunakan bahasa dan menyertakan norma dan kebiasaan sosial yang mungkin terasa kuno atau asing bagi pembaca modern. Latar dan konteks budaya dari cerita tersebut mungkin sulit dipahami oleh beberapa pembaca.

■Prediktabilitas: Pembaca yang menikmati alur cerita yang tidak terduga atau narasi yang kompleks mungkin menganggap The Secret Garden dapat diprediksi. Ceritanya mengikuti struktur yang agak tradisional, dan keseluruhan kisah penyembuhan dan transformasi dapat ditebak.)


FAVORITE QUOTES

One of the strange things about living in the world is that it is only now and then one is quite sure one is going to live forever and ever and ever.

I am sure there is Magic in everything, only we have not sense enough to get hold of it and make it do things for us.

Being alive is the Magic—being strong is the Magic. The Magic is in me—the Magic is in me.

Of course there must be lots of magic in the world, but people don't know what it is like or how to make it. Perhaps the beginning is just to say nice things are going to happen until you make it happen.

To let a sad thought or a bad one get into your mind is as dangerous as letting a scarlet fever germ get into your body. If you let it stay there after it has got in you may never get over it as long as you live.


CONCLUSION 

The Secret Garden by Frances Hodgson Burnett is a beloved and timeless classic that continues to capture the hearts of readers of all ages. This enchanting story teaches us important lessons about healing, personal growth, the power of nature, and the value of friendships. While some readers may find the story slow at times or have difficulty connecting with certain characters, the messages of hope, renewal, and the beauty of the natural world shine through. With its beautiful setting, magical elements, and memorable characters, The Secret Garden takes us on an exciting journey of self-discovery, reminding us of the healing power of love, friendship, and the wonders that surround us. 

(The Secret Garden oleh Frances Hodgson Burnett adalah karya klasik yang dicintai dan tak lekang oleh waktu yang terus memikat hati pembaca dari segala usia. Kisah ini mengajarkan kita pelajaran penting tentang pengembangan diri, kekuatan alam, dan makna persahabatan. Sementara beberapa pembaca mungkin menganggap ceritanya lambat atau kesulitan terhubung dengan karakter tertentu, pesan tentang harapan, pembaharuan, dan keindahan alam dimunculkan dengan baik. Dengan latarnya yang indah, elemen magis, dan karakter yang mudah diingat, The Secret Garden membawa kita pada perjalanan penemuan jati diri yang mengasyikkan, mengingatkan kita akan kekuatan penyembuhan dari cinta, persahabatan, dan keajaiban yang mengelilingi kita.)

 

0 Comments

don't use this comment form, use the embedded disqus comment section. No spam!

Note: only a member of this blog may post a comment.