Perempuan Rok Ungu (The Woman in the Purple Skirt / むらさきのスカートの女) by Imamura Natsuko | Book Review




The Woman in the Purple Skirt by Imamura Natsuko is told through the eyes of the Woman in the Yellow Cardigan, who narrates it continuously without chapter titles or numbers. The Woman in the Yellow Cardigan becomes curious about a woman in her neighborhood. She nicknames her the Woman in the Purple Skirt because of her always wearing a purple skirt. Intrigued by the mystery surrounding this woman, our narrator starts following and observing her. The more she learns about the Woman, the stronger her wish becomes to be friends. However, approaching her directly feels awkward to the narrator. This sets the stage for an exploration of the intricate relationship between these two characters.
(Perempuan Rok Ungu oleh Imamura Natsuko diceritakan melalui sudut pandang Perempuan Kardigan Kuning yang menceritakan kisahnya secara terus menerus tanpa judul dan nomor bab. Perempuan Kardigan Kuning merasa penasaran dengan seorang wanita di lingkungannya. Dia menjulukinya Perempuan Rok Ungu karena dia selalu memakai rok ungu. Penasaran dengan misteri seputar wanita ini, narator kita mulai mengikuti dan mengamatinya. Semakin banyak dia belajar tentang Wanita tersebut, semakin kuat keinginannya untuk menjadi temannya. Namun, mendekatinya secara langsung terasa canggung bagi si narator. Hal inilah yang menjadi awal sebuah eksplorasi hubungan rumit antara kedua karakter ini.)

BOOK INFORMATION

Title                       : Perempuan Rok Ungu

Original title        : むらさきのスカートの女

Author                  : Imamura Natsuko 

Publisher             : Penerbit Haru

Language             : Indonesian 

Length                  : 120 pages

Released               : November, 2023

Read                     : November 17, 2023

GR Rating            : 3.58

My rating            : 3.75

Where to buy     : Penerbit Haru Official Store


BOOK REVIEW

In The Woman in the Purple Skirt by Imamura Natsuko, we dive into the lives of its characters and how they see themselves. The narrator views herself with a bit of distance, almost like she's not really a main character in her own life. This makes the story more interesting and gives us a different way to look at narrators or characters.
The Woman in the Purple Skirt, known for her purple skirt, seems oblivious of her attracting other people's interest, it makes her different and seems a bit lonely. But when she starts her role at the hotel, she drops this Purple skirt role and goes by her real name. This change shows her journey to being her new different self and being accepted by society. On the other hand, the Woman in the Yellow Cardigan, who stepped away from what society expects, is fascinated by the Woman in the Purple Skirt. 
In this story, we learn about blindly admiring someone, especially seen through the character of the Woman in the Yellow Cardigan. This reflects what's happening in today's world, where many people obsessively follow famous personalities without considering the consequences. The book shares important lessons about the results of wanting too much attention, connection, and acknowledgment, giving us a sneak peek into the challenges of admiring others in the modern age.
The idea of blindly admiring someone and the acts of obsession and stalking in the story resemble situations in real life. Think of super fans who sometimes go too far to learn about their beloved idols or famous people. The book shows how extreme admiration can lead to problems.
Towards the end of the book, it shows what happens when people trust and admire others blindly. It reveals that the trust we felt from the idols might not be real, and blindly trusting and sacrificing for them can bring additional troubles like losing things or feeling more alone. This part of the story warns us about the risks of blindly following idols and how it can affect those who invest a lot in their admiration for famous people.
This book also touches the working culture in Japan, where things can be a problem, especially in the hotel where the story happens. We get a peek into how work life is there, looking at power dynamic, competition, and how relationships between people at work can be both important and dangerous as it can turn into a manipulative one. This makes the story more interesting, helping us understand the characters better and the things they go through at work which shows us how women's relationships and rivalry in a working environment.
The Woman in the Purple Skirt, who was interesting to the locals, becomes the talk of the town, showing how certain things about ourselves which are labelled as 'different' can put you in an uncomfortable spotlight and provoke various reactions in the society. This part of the story is relatable and making us think about what society expects and how it affects who we are.
(Dalam Perempuan Rok Ungu oleh Imamura Natsuko, kita menyelami kehidupan para karakter dan cara mereka memandang diri mereka sendiri. Naratornya seperti memiliki jarak dengan dirinya sendiri, seolah-olah dia sebenarnya bukan karakter utama dalam hidupnya. Hal ini membuat cerita menjadi lebih menarik dan memberi kita cara berbeda dalam memandang seorang narator atau karakter.
Perempuan Rok Ungu yang dikenal dengan rok ungunya seolah tidak menyadari ketertarikan orang lain pada dirinya, hal itu membuatnya terlihat berbeda dan kesepian. Namun ketika dia mulai peran barunya di hotel, dia melepaskan peran Rok ungu itu dan menggunakan nama aslinya. Perubahan ini menunjukkan perjalanannya menjadi sosok dirinya yang berbeda yang diterima masyarakat. Di sisi lain, Perempuan Kardigan Kuning yang menjauh dari ekspektasi masyarakat justru terkagum-kagum dengan keberadaan Perempuan Rok Ungu. 
Dalam kisah ini, kita belajar tentang mengagumi seseorang secara berlebihan, yang terlihat melalui karakter Perempuan Kardigan Kuning. Hal ini mencerminkan apa yang terjadi di dunia saat ini, di mana banyak orang secara obsesif mengikuti tokoh terkenal tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Buku ini membagikan pelajaran penting tentang akibat dari menginginkan terlalu banyak perhatian, koneksi, dan pengakuan, yang memberi kita gambaran sekilas tentang tantangan dalam mengagumi orang lain di zaman modern.
Gagasan tentang mengagumi seseorang secara membabi buta dan tindakan obsesif serta kegiatan menguntit dalam cerita ini menyerupai situasi dalam kehidupan nyata yaitu para penggemar berat yang terkadang bertindak terlalu jauh untuk mengetahui informasi tentang idola atau orang terkenal yang mereka cintai. Buku ini menunjukkan bagaimana kekaguman yang berlebihan dapat menimbulkan banyak masalah.
Menjelang akhir buku ini, kita diperlihatkan apa yang terjadi jika orang terlalu memercayai dan mengagumi orang lain secara berlebihan. Hal ini mengungkapkan bahwa rasa percaya yang dirasakan dari seorang idola mungkin tidak nyata, dan mempercayai serta berkorban secara membabi buta demi mereka dapat membawa masalah tambahan seperti kehilangan materi atau merasa kesepian. Bagian cerita ini memperingatkan kita tentang risiko mengikuti idola secara tak terkendali dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi mereka yang banyak berinvestasi melalui kekaguman mereka terhadap sosok orang-orang terkenal.
Buku ini juga menyentuh aspek budaya kerja di Jepang, dimana segala sesuatunya bisa menjadi masalah, terutama di hotel tempat cerita ini terjadi. Kita melihat bagaimana kehidupan kerja di sana, melihat dinamika kekuatan, persaingan, dan bagaimana hubungan antar individu di tempat kerja bisa menjadi sangat penting dan berbahaya di saat yang bersamaan dan bisa menjadi hubungan manipulatif. Hal ini membuat cerita menjadi lebih menarik, yang membantu kita memahami karakter dengan lebih baik dan hal-hal yang mereka lalui di tempat kerja, terutama menunjukkan kepada kita bagaimana hubungan dan persaingan diantara para perempuan di lingkungan kerja.
Perempuan Rok Ungu yang menarik perhatian penduduk setempat dan menjadi perbincangan, menunjukkan bagaimana hal-hal tertentu dalam diri kita yang diberi label 'berbeda' dapat menempatkan kita dalam posisi yang tidak nyaman dan memancing berbagai reaksi masyarakat. Bagian ini terasa relatable dan membuat kita berpikir tentang apa yang diekspektasikan oleh masyarakat dan bagaimana hal tersebut memengaruhi diri kita.)

THE FAVORITES

■The book takes a close look at what character is thinking, especially the Woman in the Yellow Cardigan. It talks about what she is obsessed with, her loneliness, or feeling complicated emotions in a way that makes us really see the world through her eyes.
■This story talks about problems we face today. It looks at how workplaces situation look like, how women interact with each other in workplaces, and how society expects certain things from individuals. It's like a story that makes you think about the challenges of being human right now.
■This book is like a tour of Japanese life. It shows you how people in Japan act, how they work, and how they relate to each other. It's like learning about a different way of life, helping you understand Japanese culture better.
■Page turner! This story is full of excitement and surprises. It keeps you interested as it tells secrets and goes in unexpected directions. The excitement builds up slowly, making it a story that you'll want to keep reading to find out what happens next.
(■Buku ini mencermati apa yang dipikirkan karakternya, terutama Perempuan Kardigan Kuning. Hal ini membahas tentang apa yang menjadi obsesinya, perasaan kesepiannya, atau emosinya yang rumit sedemikian rupa sehingga membuat kita benar-benar melihat dunia melalui mata narator.
■Kisah ini membahas tentang permasalahan yang kita hadapi saat ini, seperti melihat bagaimana situasi tempat kerja, hubungan para perempuan di tempat kerja, dan bagaimana masyarakat mengharapkan hal-hal tertentu dari individu. Buku ini seperti sebuah cerita yang membuat kita berpikir tentang tantangan menjadi manusia pada saat ini.
■Buku ini menunjukkan kehidupan masyarakat Jepang yang menunjukkan kepada kita bagaimana orang-orang di Jepang bertindak, bagaimana mereka bekerja, dan bagaimana mereka berhubungan satu sama lain. Hal ini seperti mempelajari cara hidup yang berbeda, yang membantu kita memahami budaya Jepang dengan lebih baik.
■Page Turner! Buku ini berisi hal-hal seru dan menarik yang membuat kita tetap tertarik karena menceritakan berbagai rahasia dan kisahnya sendiri menuju ke arah yang tidak terduga. Keseruan yang dihadirkan secara bertahap menjadikannya sebuah cerita yang terus kita ingin baca untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya.)

THE DRAWBACK

The story might leave you feeling a bit puzzled because it doesn't neatly tie up all the loose ends. In fact, the ending is quite open, making it tricky to grasp certain aspects. This led me to create some theories that the two women in the book might be the same person or there might be magical realism aspects in it. However, I eventually settled on the idea that the two women switched places in the end. This ambiguity might be a bit confusing for some readers, especially those who prefer clearer resolutions in their stories.
(Ceritanya mungkin membuat kita merasa sedikit bingung karena buku ini tidak menyelesaikan semua hal dengan rapi. Faktanya, endingnya cukup terbuka sehingga sulit untuk memahami aspek-aspek tertentu di dalam cerita. Hal ini membuat aku membuat beberapa teori seperti kedua wanita dalam buku ini mungkin adalah orang yang sama atau ada unsur magical realism di dalamnya. Namun, aku akhirnya memutuskan bahwa kedua wanita ini hanya bertukar tempat. Ambiguitas ini mungkin sedikit membingungkan bagi sebagian pembaca, terutama mereka yang lebih menyukai resolusi yang lebih jelas dalam cerita.)

CONCLUSION

The Woman in the Purple Skirt is a book that explores deep feelings and modern life challenges. It delves into our minds and talks about loneliness, work, and society, giving us a glimpse into Japanese culture. The intriguing story keeps you interested, but some parts may be a bit unclear. Still, the book makes us think about how we look up to others and what can happen when we admire someone too much. Imamura Natsuko tells a story that makes us reflect on relationships and how society affects us, making it a book worth pondering over.
(Perempuan Rok Ungu adalah buku yang mengeksplorasi perasaan mendalam dan tantangan kehidupan modern. Buku ini menggali pikiran kita dan membahas tentang kesepian, pekerjaan, dan masyarakat, yang memberi kita gambaran sekilas tentang budaya Jepang. Kisah yang menarik membuat kita tetap tertarik, tapi bagian akhir mungkin terasa agak kurang jelas. Buku ini membuat kita berpikir tentang bagaimana kita memandang orang lain dan apa yang bisa terjadi jika kita terlalu mengagumi seseorang. Imamura Natsuko menceritakan sebuah kisah yang membuat kita merenungkan hubungan dan bagaimana masyarakat mempengaruhi kita, yang menjadikannya sebuah buku yang layak untuk direnungkan.)

0 Comments

don't use this comment form, use the embedded disqus comment section. No spam!

Note: only a member of this blog may post a comment.