Join lailiving Newsletter



Hijab : Be Grateful, Be Comfortable, with Yourself

May 17, 2019




Setiap orang tentu sudah dan sedang melewati fase kehidupan yang berbeda-beda. Saya sendiri sudah melewati beberapa fase dalam kehidupan yang membuat saya menentukan apa saja yang ingin saya lakukan dan yang ingin saya capai, termasuk keinginan mengenakan hijab.

Bertahun-tahun yang lalu saya bukanlah anak perempuan yang suka pakai hijab. Saya yang gampang kegerahan tentu menganggap hijab sebagai sesuatu yang membuat gerah. Ketika saya sampai di satu fase baru dimana saya ‘harus’ mengenakan hijab, saya hanya ikut saja, tanpa memiliki satu tujuan mengenakannya. Malah saya sempat kehilangan kepercayaan diri karena saya gampang gerah dan berkeringat saat itu. Sementara teman-teman saya yang lain yang juga berhijab, terlihat biasa saja.

Dari waktu ke waktu, saya mengenakan hijab tanpa memiliki tujuan, hanya menuruti ‘kewajiban’ yang bagi saya sama sekali tidak mengena di hati saya. Tahu kan rasanya saat kita melakukan sesuatu tanpa mengetahui makna dan tanpa punya tujuan melakukannya? Seperti itulah masa remaja saya.

Namun, saya terus mengamati sekeliling saya dan tetap menjalani kehidupan normal sebagai remaja pada umumnya, meski saya masih ‘blank’. Hingga saya mencapai satu titik lain dimana saya memutuskan untuk benar-benar mengenakan hijab, dan menjadikan hijab sebagai bagian hidup saya.

Karena saya anak pertama, maka tentu saja contoh hijab satu-satunya di rumah hanyalah ibu saya yang beraliran hijab instan. Saya tidak sepenuhnya suka mengenakan hijab ini karena bentuk muka saya ini terlalu pemilih, sehingga pengamatan saya mengenai hijab terus berlanjut sehingga saya menemukan cara bagaimana mengenakan hijab yang nyaman, tidak gerah dan sesuai keinginan yang tentu berbeda dari gaya ibu saya.

Beberapa cara saya mengenakan hijab dengan nyaman hingga saat ini adalah sebagai berikut :

1. Mengikat

Ikat rambut agar rapi dan tidak terlalu kencang agar tidak sakit kepala. Adik saya pakai stocking bekas yang sudah bolong yang dijadikan sebagai pengikat rambut yang menurut saya patut diberi hastag lifehack, hihi.

2. Tidak keramas

Saya berusaha untuk tidak keramas sebelum pakai hijab, karena saya tidak akan mengeringkan rambut pakai pengering rambut melainkan secara alami. Maka demi kenyamanan dan kesehatan rambut saya, saya tidak akan keramas kalau saya akan keluar rumah. Kalaupun terpaksa saya harus keramas, maka saya berusaha mengeringkan rambut dan tidak mengikatnya terlalu kuat.

2. Under cap

Menggunakan under cap atau dalaman hijab yang berfungsi melindungi rambut agar tidak keluar dan berantakan, sehingga tampilan hijab saya rapi atau dalam bahasa Inggris : tidak mowol mowol.

3. Mengunci

Pakai peniti atau jarum pentul atau tidak sama sekali. Pastikan kita mengunci hijab kita dengan baik sehingga kita tidak berulang kali memperbaiki hijab terutama saat meeting dan acara penting lainnya yang tentu saja membuat kita tidak fokus. Sejujurnya sampai hari ini saya tidak bisa pakai jarum pentul, sehingga sudah bisa ditebak bahwa saya adalah aliran peniti gemas.

4. Pilih yang nyaman

Tidak ada peraturan benar-salah untuk menggunakan hijab berdasarkan warna kulit, bentuk muka dan lain sebagainya. Se-nyaman-nya kita saja. Kita bisa pilih berbagai warna, jenis dan bahan hijab yang paling nyaman kita pakai sehari-hari. Memang butuh waktu untuk mencoba-coba berbagai hijab yang nyaman kita pakai.

a. Hijab instan atau hijab tidak instan

Yang manapun bisa dipilih. Hijab instan lebih cepat dan praktis digunakan, namun buat saya tidak semua hijab instan cocok dengan muka saya. Sedangkan hijab tidak instan (entah ini sebutannya apa) modelnya bisa dibuat sesuai keinginan pemakainya, bisa disesuaikan bentuk muka dan pakaian serta make-up yang dikenakan, namun butuh waktu lebih lama untuk menggunakannya.

b. Warna

Kita juga pastinya punya warna-warna tertentu yang bisa membuat kita nyaman. Seperti contohnya, saya tidak nyaman mengenakan pakaian atau hijab warna kuning dan putih karena membuat warna kulit saya terlihat buluk seperti belum mandi.

c. Bahan

Untuk bahan, saya lebih suka bahan yang menyerap keringat dan mudah dibentuk, saya menghindari hijab dari bahan yang licin, mengkilap dan bersifat panas karena saya sangat mudah kegerahan yang pastinya membuat saya tidak nyaman kalau sudah kegerahan dan hijab miring-miring tidak karuan.

5. Melihat referensi

Ketika kita blank sama sekali tidak mengetahui harus pakai hijab seperti apa, kita bisa melihat contoh hijab yang dipakai oleh selebriti atau vlogger. Namun kadang satu model hijab yang terlihat bagus di orang lain, bisa terasa tidak nyaman saat kita pakai. Bahkan ada satu waktu beberapa hijab yang saya beli ternyata tidak nyaman saya pakai, namun waktu dipakai ibu saya jadi pas. Sehingga kembali lagi pada point sebelumnya, pilih yang nyaman dari semua referensi yang didapat.

6. Punya beberapa hijab dengan warna berbeda-beda

Terutama yang sesuai dengan pakaian yang kita miliki. Warna-warna netral seperti hitam, putih, dan abu-abu bisa bisa dengan mudah digabungkan dengan berbagai warna pakaian dan berbagai motif. Tidak menutup kemungkinan kita bisa menggunakan hijab dengan warna bersebrangan dengan pakaian yang kita gunakan. Menurut saya mengenakan pakaian tidak ada benar dan salah dalam menggabungkan warna pakaian.
Bagi yang sama sekali tidak tahu harus beli hijab yang bagaimana, beli yang polos terlebih dahulu, karena akan cocok dengan pakaian polos maupun bermotif, dan juga bersifat netral untuk semua jenis wajah.
Menurut pengalaman saya pribadi, ada motif-motif tertentu juga yang sepertinya tidak ditakdirkan untuk saya pakai, seperti motif macan, motif zebra dan motif garang lainnya.

7. Pakai aksesoris jika diperlukan

Mengenakan pin atau aksesoris hijab juga bisa dijadikan pilihan saat kita mengenakan hijab yang polos. Namun bagi saya yang pelupa, saya memilih untuk tidak mengenakannya daripada saya meninggalkannya saat wudhu atau saat selesai sholat dan lupa sampai keesokan harinya. Biasanya aksesoris hanya saya pakai kalau ada acara seperti wisuda.

8. Ingat kembali tujuan pakai hijab

Mengingat kembali tujuan kita mengenakan hijab akan memberikan panduan pada kita jenis dan model hijab apa yang bisa kita gunakan. Saya sendiri melewati fase berbeda dalam mengenakan hijab dari saya remaja hingga sekarang, yang semuanya mempengaruhi gaya hijab saya dari waktu ke waktu. Cara saya mengenakan hijab waktu sekolah tentu sudah jauh berbeda dari yang sekarang saya pakai. Ketika waktu sekolah saya mengenakan hijab karena ‘disuruh’, saya pakai yang disediakan meskipun beberapa jenis tidak nyaman saya gunakan. Sedangkan saat ini, saya mengenakan hijab karena keinginan saya sendiri, sehingga saya berusaha mengenakan yang terbaik dan ternyaman yang bisa saya dapat.

Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menyayangi dirinya sendiri.

Bagi saya pribadi, mengenakan hijab bukan lagi sebuah kewajiban atau sesuatu yang mengikat dan membatasi saya. Saya tetaplah saya yang sama, kemampuan saya saat pakai hijab tetap sama dengan saya yang tidak pakai hijab. Mengenakan hijab adalah salah satu cara saya untuk menyayangi diri sendiri dengan cara melindunginya.

Tubuh yang sudah dipilih untuk bersama saya selama 20 tahun lebih ini terus bekerja keras melindungi saya, melakukan berbagai hal bersama saya. Maka, salah satu cara untuk berterima kasih dan menyayanginya adalah dengan melindunginya. Salah satu perlindungan itu adalah dengan hijab. Maka saya tidak lagi menganggap hijab sebagai sesuatu yang dipaksakan dan bukan juga sesuatu yang mengerikan hanya karena sekelompok orang berhijab melakukan perbuatan tidak baik, bukan juga sarana untuk menjadikan diri sendiri merasa lebih baik dari orang lain.

Nah bagaimana menurut kalian? Punya kisah sendiri tentang hijab atau punya tips pakai hijab yang nyaman dan asik? Share di kolom komentar di bawah ini ya. Jika mengalami masalah seputar kolom komentar, bisa mengirimkan pesan lewat halaman Contact.

You Might Also Like

0 comments

Please comment using Google Account or URL blog, so that I could visit your blog next time

About lailiving

lailiving is a place for sharing knowledge, inspiration and beauty of life, focused on self-love and self-development. Brought to you by love.
For more inspiration and beautiful stuffs, do follow or hit subscribe for this blog.

Community

Blogger Perempuan